Sejarah Tugu Ireng Wonogiri

0 217

Tugu Ireng

Tugu Ireng adalah salah satu bangunan yang erat kaitannya dengan sejarah Wonogiri. Lokasinya berada di pinggir jalan Solo-Wonogiri tepatnya di Kecamatan Selogiri. Batu ini dianggap keramat oleh warga sekitar karena di dalam batu ini tersimpan tiga buah senjata pusaka milik Raden Mas Said (Mangkunegaran I) atau yang dikenal sebagai Pangeran Samber Nyowo yang digunakan untuk melawan Belanda.

Berbicara tentang sejarah Wonogiri, ada beberapa versi cerita tentang asal usul Wonogiri. Menurut situs resmi Wonogiri menyebutkan bahwa Wonogiri terbentuk pada tanggal 19 Mei 1741 M, ketika Raden Mas Said membentuk sebuah awal pemerintahan di Nglaroh Desa Pule Kecamatan Selogiri yang juga dianggap sebagai cikal bakal Kabupaten Wonogiri. Di daerah inilah dimulainya penyusunan bentuk organisasi pemerintahan yang masih sangat terbatas dan sangat sederhana, yang dikemudian hari menjadi simbol semangat pemersatu perjuangan rakyat. Inisiatif untuk menjadikan Wonogiri (Nglaroh) sebagai basis perjuangan Raden Mas Said, adalah dari rakyat Wonogiri sendiri (Wiradiwangsa) yang kemudian didukung oleh penduduk Wonogiri pada saat itu.

Mulai saat itulah Nglaroh menjadi daerah yang sangat penting, yang melahirkan peristiwa-peristiwa bersejarah di kemudian hari. Tepatnya pada hari Rabu Kliwon tanggal 3 Rabi’ul awal (Mulud) Tahun Jumakir, Windu Senggoro : Angrasa retu ngoyang jagad atau 1666, dan apabila mengikuti perhitungan masehi maka menjadi hari Rabu Kliwon tanggal 19 Mei 1741 (Kahutaman Sumbering Giri Linuwih), Ngalaroh telah menjadi kerajaan kecil yang dikuatkan dengan dibentuknya kepala penggawa dan patih sebagai perlengkapan (institusi pemerintah) suatu kerajaan walaupun masih sangat sederhana. Masyarakat Wonogiri dengan pimpinan Raden Mas Said selama penjajajahan Belanda telah pula menunjukkan reaksinya menentang kolonial.

Jerih payah pengeran Samber Nyawa (Raden Mas Said) ini berakhir dengan hasil sukses terbukti dia dapat menjadi Adipati di Mangkunegaran dan Bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya ( KGPAA) Mangkunegoro I. Peristiwa tersebut diteladani hingga sekarang karena berkat sikap dan sifat kahutaman ( keberanian dan keluhuran budi ) perjuangan pemimpin, pemuka masyarakat yang selalu didukung semangat kerja sama seluruh rakyat di Wilayah Kabupaten Wonogiri

Dengan adanya sejarah inilah, maka Pemerintah Kabupaten Wonogiri menetapkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 1990 tentang Hari Jadi Kabupaten Daerah Tingkat II Wonogiri. Hari Jadi suatu daerah pada hakekatnya adalah merupakan awal perjalanan sejarah dan titik tolak untuk menatap masa depan dengan pembangunan secara sistematis dan berkesinambungan.

Source https://faqihwonogiri.wordpress.co https://faqihwonogiri.wordpress.com/2018/05/15/wisata-sejarah-tugu-ireng-dan-sendang-siwani/
Comments
Loading...