Sejarah Tugu Hak Asasi Manusia (HAM)

0 109

Sejarah Tugu Hak Asasi Manusia (HAM)

Tugu ini populer dengan nama Tugu Pancasila, namun Wartawan Senior Indonesia yang juga Sejarahwan Timor, Bung Peter A. Rohi, dalam Seminar Sehari tentang “Mencari Jejak Kota Kupang” Tahun 2011 di Aula Sasando Kantor Walikota Kupang mengungkapkan bahwa tugu yang dikenal dengan nama Tugu Pancasila itu sesungguhnya adalah TUGU HAK ASAZI MANUSIA dibangun pada bulan Desember 1945 berawal dari pemuda asal Kupang yang kuliah di Surabaya dipimpin Marus Rihi. Menurut Peter A. Rohi, saat itu ada perang sekutu dan ketika ke Kupang masih ada sekutu.

Para pemuda ini membuat tugu dan menghadap ke benteng Fort Concordia (kini Markas Batalyon Infranteri 743/PSY TNI AD) untuk memperingati para tentara Australia agar tidak membuat masalah di Kota Kupang. Tugu tersebut ada empat pondasi (four foundation), yang artinya bebas berbicara, bebas beragama, bebas kemiskinan dan bebas ketakutan dari perang. Lanjut Rohi, saat Presiden Soekarno ke Kupang dan sering berpidato, maka sebagai kenangan kepadanya, tugu tersebut direnovasi pada Tahun 1949 dan menjadi lima lingkar Pancasila. (Pos Kupang, 26 April 2015). Pada tanggal 10-12-2011 bertepatan dengan Hari HAM Internasional, Peter A. Rohi bersama beberapa komunitas pemuda, mahasiswa dan aktivis di Kota Kupang menggelar acara Malam Renungan HAM bertepatan dengan Hari HAM Internasional di Tugu HAM Kupang.

Source http://wilsontherik.blog.uksw.edu http://wilsontherik.blog.uksw.edu/2017/08/kota-kupang-sebagai-heritage-city.html
Comments
Loading...