Sejarah Terowongan Gunung Gajah

0 98

Terowongan Gunung Gajah

Kabupaten Lahat merupakan Kabupaten yang penuh pesona dan bersejarah. Hamparan Situs Megalit, Kumpulan Air terjun maupun peninggalan banguna bersejarah dimasa penjajahan menjadi nuansa tersendiri di Kota tua yang terus menata diri. Kabupaten Lahat adalah salah satu Kota Sentral di dunia per kereta api an untuk kawasan Sumatera Selatan. Pendirian Balai Yasa atau Bengkel Kereta Api tahun 1931 hingga saat ini masih tetap beroperasi dan menjadi satu satunya Bengkel Kereta untuk Wilayah Sumatera bagian Selatan.Berbicara soal perkereta apian tak lengkap rasanya, jika kita mengunjungi Kota sejarah ini tanpa melihat terowongan tua Kereta Api Gunung Gajah yang tetap Exis di tengah kemajuan zaman.

Terowongan kereta api Gunung Gajah Kab Lahat dibangun Pada Tahun 1924-1925 oleh seorang arsitek Belanda bernama Willem sehingga terowongan ini bernama Willem Synja Tunnel. Terowongan ini berada di Kelurahan Gunung Gajah sehingga masyarakat Lahat lebih mengenalnya dengan sebutan Terowongan Gunung Gajah. Terowongan ini sempat ditutup dan dibuka kembali pada tahun 1952. Terowongan Gunung Gajah merupakan terowongan terpanjang ke-10 di Indonesia dengan panjang 368 meter.

Terowongan ini memiliki nilai seni bangunan tersendiri, dimana goresan keindahan arsitek tipe Belanda berpadu dengan kekokohan bangunannya. Meskipun mitos yang berkembang bahwa terowongan Gunung Gajah meninggalkan aura mistis karena banyak nya korban saat pengerjaan kerja rodi oleh para pendahulu kita dimasa penjajahan. Terowongan ini hingga saat ini tetap digunakan, dan menjadi satu satunya jalur penghubung lintasan kereta menuju kota Tebing tinggi Kab Empat lawang dan Kota Lubuk Linggau.

Source http://pariwisata.lahatkab.go.id http://pariwisata.lahatkab.go.id/berita-22-terowongan-gunung-gajah-lahat-menjadi-peninggalan-sejarah-yang-tetap-exis.html
Comments
Loading...