Sejarah Terminal Arjosari

0 399

Terminal Arjosari

Terminal Arjosari adalah terminal untuk tujuan bus-bus yang datang ke Malang dari arah utara. Terminal ini terletak di Jl. Terusan Raden Intan no. 1 Blimbing, dan berdiri pada tahun 1988. Sebelum tahun 80-an, terminal bus pertama di kota Malang ini adalah rawa-rawa tempat pembuangan sampah.

Setelah itu, karena dianggap sebagai lokasi yang strategis, maka pemerintah kota Malang menjadikannya terminal seperti sekarang ini.

Peran penting yang dimilikinya yakni sebagai tempat singgah angkutan dalam dan luar kota Malang. Angkot yang mengandung kode ‘A’ artinya singgah atau melewati di terminal Arjosari.

Fasilitas-fasilitas yang dimiliki terminal ini yakni jalur kedatangan dan keberangkatan bus, tempat parkir bus, tempat istirahat sementara bus, menara pengawas, LCD informasi, ruang tunggu penumpang, agen tiket bus, area parkir penumpang, musholla, kamar mandi, dan kantin.

Di terminal ini penumpang tidak dikenai biaya peron alias jasa ruang tunggu. Namun, tempat tunggu penumpang sering digunakan oleh para pedagang asongan untuk berjualan sehingga penumpang harus duduk bercampur dengan para pedagang juga dagangannya.

Di terminal ini terdapat beberapa pilihan transportasi untuk menjangkau tempat tujuan di kota Malang maupun luar kota Malang, yakni bus, mikrolet, ojek, becak dan taksi. Untuk jalur keberangkatan bus, penumpang disediakan pilihan bus ekonomi atau patas.

Penempatan lokasi antara bus, taksi dan mikrolet ini terpisah. Untuk menjangkau berbagai tempat tujuan di kota Malang, penumpang dapat menggunakan jasa angkot. Untuk daerah diluar kota Malang, dapat diakses dengan angkutan desa.
Trayek angkutan di terminal Arjosari terbagi dalam dua bagian, yakni trayek angkutan kota dan trayek angkutan desa.

Trayek angkutan kota (angkot) meliputi ABB (Arjosari-Borobudur-Bunulrejo), ABH (Arjosari-Borobudur-Hamid Rusdi), ADL (Arjosari-Dinoyo-Landungsari), AH (Arjosari-Hamid Rusdi), AJH (Arjosari-Janti-Hamid Rusdi), AL (Arjosari-Landungsari), AMG (Arjosari-Mergosono-Hamid Rusdi), ASD (Arjosari- Soekarno Hatta-Dieng), AT (Arjosari-Tidar), HA (Hamid Rusdi-Arjosari).

Untuk jalur angdes atau angkutan desa yakni TA (Tumpang-Arjosari), GLA (Glugur-Langlang-Arjosari), MMA (Madyopuro, Mangliawan-Arjosari), MA (Madyopuro-Arjosari), ABD (Arjosari-Abdurrahman Saleh), KA (Karangploso-Arjosari), LA (Lawang-Arjosari).

Angkot kota Malang memiliki ciri khas, yakni berwarna biru. Sedangkan angkutan yang memiliki trayek diluar kota Malang berwarna non biru, contohnya putih untuk TA (Tumpang-Arjosari), hijau untuk LA (Lawang-Arjosari).

Terminal besar di Kota Malang ini menghubungkan kota-kota di Jawa Timur yakni dengan bus tujuan daerah Pasuruan, Mojokerto, Jombang, Surabaya, Probolinggo, Jember, Banyuwangi, Blitar, Kediri, Tuban, Bojonegoro, Tulungagung, Trenggalek, Pacitan. Selain itu, tersedia juga angkutan AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) dengan tujuan Denpasar, Mataram, Bima, Yogyakarta, Semarang, Cepu, Kudus, Solo, Cilacap, Tegal, Kuningan, Cirebon, Bogor, Bandung, Jakarta, Palembang, Bandar Lampung.

Selain trayek bus dan mikrolet juga tersedia trayek MPU (Mobil Penumpang Umum) yakni Malang-Pasuruan, Malang-Surabaya, Malang-Hamid Rusdi-Turen-Gondanglegi-Kepanjen-Wlingi-Blitar-Tulungagung, Malang-Hamid Rusdi-Turen-Sendang Biru, Malang-Janti-Pakisaji-Kepanjen-Ngliyep, Malang-Hamid Rusdi-Pakisaji-Kepanjen-Gondanglegi-Balekambang, Malang-Hamid Rusdi-Turen-Dampit-Lumajang, Malang-Hamid Rusdi-Bululawang-Turen-Dampit.

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/2016/06/17/profil-terminal-arjosari/
Comments
Loading...