Sejarah Supermarket Medan Warenhuis

0 39

Supermarket Medan Warenhuis

Gedung supermarket pertama di Kota Medan ini bernama Medan Warenhuis yang berada di kawasan Kesawan, tepatnya di Jalan Ahmad Yani VII-Hindu. Bangunan berlantai dua itu mulai dibangun pada 1916 dengan arsitek berkebangsaan Jerman, G Bos.

Hanya saja, tidak diketahui pasti siapa pemilik supermarket yang dulu saban hari ramai dikunjungi masyarakat keturunan Eropa, Tionghoa, dan kaum borjuis alias yang punya uang banyak. “Bangunan bergaya Eropa itu mulai dibangun 1916 dan diresmikan 1919 oleh Daniel Baron Mackay selaku Wali Kota Medan pertama.

Itulah supermarket pertama di Kota Medan,” kata Sekretaris Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial (PUSSIS) Unimed, Erond Damanik, kepada KORAN SINDO MEDAN , baru-baru ini. Bangunan berukuran sekitar 15 x 30 meter itu memiliki bungker sebagai area menyimpan barang dagangan (gudang) sebelum disajikan kepada pembeli. Supermarket ini menjual berbagai jenis barang, mulai makanan, pakaian, hingga produk elektronik.

Itu pula menjadi saksi dan bukti mulai sistem perdagangan di Kota Medan sudah maju sejak lama. Akan tetapi, keberadaan Medan Warenhuis akhirnya tersingkir begitu Jepang masuk ke Kota Medan. “Keberadaan supermarket ini hanya bertahan sekitar 23 tahun. Karena sekitar 1942 pemilik supermarket kembali ke Belanda lantaran kondisi Medan yang sudah mulai tidak kondusif, dijajah Jepang,” kata Erond.

Setelah dilepas pemilik supermarket, keberadaan bangunan masih tetap kokoh. Bahkan bangunan tersebut sempat dijadikan salah satu kantor oleh pemerintah, yakni sebagai Kantor Departemen Tenaga Kerja. Angka tahun pendirian bangunan ini tertulis pada bagian tembok bangunan. Arsitek bangunan ini bernama G Bos yang juga tertulis di dinding tembok.

Saat ini, keberadaan bangunan tersebut mulai terlantar dan terlihat kupak-kapik . Kondisinya semakin memprihatinkan sejak bangunan tersebut terbakar pada 2013 lalu. “Jika dirawat tentu bangunan tersebut memiliki histori yang tinggi.

Apalagi itu bangunan supermarket pertama. Kami menyayangkan bangunan tersebut sampai saat ini kurang jelas pemiliknya dan kurang terawat,” katanya. Menurut Erond, pusat perbelanjaan, seperti plaza, mal, hypermarket , baru berkembang di Kota Medan pada 1980-an.

Medan Plaza, Thamrin Plaza, Istana Plaza, dan Deli Plaza, misalnya, baru ada di era 1980-an. Tapi, sebelum supermarket modern tersebut berdiri, sudah ada sejumlah pasar tradisional di Kota Medan. Yang membedakannya dengan pasar modern adalah, di pasar tradisional pelayanan biasanya dilakukan dengan swalayan (self services ).

Selain Medan Warenhuis, di kawasan Kesawan sebenarnya sudah memiliki sebuah pusat perbelanjaan tapi dalam bentuk yang lebih kecil. Dikutip dari tembakaudeli. blogspot.com , pusat perbelanjaan itu bernama Seng Hap, yang dibangun oleh Tan Tang Ho.

Seng Hap didirikan pada 1881 yang ciri bangunannya seperti pilar-pilar zaman Romawi yang masih eksis di daerah Kesawan. Pada masanya, pusat perbelanjaan ini sangat terkenal di Pantai Timur Sumatra. Tan Tang Ho disebutkan meninggal dunia pada 1918 dan dilanjutkan oleh anak lelakinya bernama Tan Boen An (1890-1946) sebagai pengelola.

Tan Boen An juga sempat aktif dalam bidang politik pada 1918 setelah pengunduran diri Tjong A Fie. Dia terpilih sebagai anggota Dewan Kota yang mewakili masyarakat Tionghoa. Tapi bangunan Seng Hap kini sudah tak terlihat lagi wujudnya.

Source https://daerah.sindonews.co https://daerah.sindonews.com/read/1044394/151/supermarket-pertama-di-kota-medan-1442204111
Comments
Loading...