Sejarah Stasiun Merakurak Tuban

0 113

Stasiun Merakurak

Stasiun Merakurak (MKR) adalah stasiun kereta api nonaktif kelas II yang terletak di Sambonggede, Merakurak, Tuban. Stasiun ini dahulu merupakan stasiun paling ujung (terminus) serta paling utara dari jalur kereta api Merakurak–Babat, serta merupakan stasiun kereta api paling utara di Kabupaten Tuban. Stasiun ini kini termasuk dalam Wilayah Aset VIII Surabaya.

Stasiun ini dilengkapi dengan rumah persinyalan, dan rumah dinas. Stasiun ini memiliki letak yang strategis, karena berada di pusat pemerintahan dan berdekatan dengan pusat ekonomi (Pasar) dan mudah dijangkau masyarakat. Kompleks stasiun ini berada di seberang puskesmas Merakurak yang berlokasi di jalan Pemuda.

Stasiun ini diresmikan penggunaannya oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij bersamaan dengan selesainya jalur kereta api Merakurak–Babat pada tanggal 1 Agustus 1920. Stasiun ini unik, karena menjadi bagian dari jalur kereta api yang belum selesai dikerjakan. Dahulu Belanda pernah membuat masterplan untuk membangun jalur kereta dari Stasiun Tuban menuju Stasiun Lasem yang sudah ada dan tinggal pembangunan jalur keretanya saja.

Pembangunannya​ dimulai dari Stasiun Tuban terus ke barat dan akhirnya sampai Merakurak. Tiba-tiba saat rel yang sudah dipasang, tubuh baan amblas seketika. Para pekerja yang terlibat dalam proyek pembangunan jalur ini segera memperbaiki dan membangun ulang jalur yang sudah terpendam tanah terlebih dahulu. Setelah selesai dikerjakan, tiba-tiba rel yang sudah dipasang di tempat lain juga ikut amblas. Mereka yang terlibat dalam proyek ini berusaha untuk mempertahankan posisi rel agar tidak ambles. Akhirnya NIS sebagai perusahaan yang membangun jalur ini kewalahan dan menghentikan sementara pembangunannya

Berita ini sempat menghebohkan para insinyur Belanda untuk datang ke lokasi pembangunan di dekat Stasiun Merakurak. Hasilnya disimpulkan bahwa kondisi tanah di Merakurak dan sekitarnya​ mempunyai banyak sumber air. Jadi meski ditimbun tanah dan batu tetap saja amblas.

Karena tanah yang labil dan sedikit berlumpur ini, akhirnya NIS sebagai perusahaan yang membangun jalur ini menghentikan pembangunan jalur ini. Jadi wacana tentang pembangunan jalur kereta dari Stasiun Tuban menuju Stasiun Lasem tidak terwujud hingga kini.

Jalur kereta dari Stasiun Tuban menuju Stasiun Merakurak beroperasi kurang-lebih 20 tahun sebelum akhirnya ditutup pada akhir tahun 1942. Banyak dari penumpang tujuan Stasiun Merakurak adalah pedagang ikan yang berjualan di pasar Merakurak yang tidak jauh dari lokasi stasiun. Sedangkan jalur kereta dari Stasiun Tuban menuju Stasiun Babat masih bisa bertahan hingga tahun 1990.

Kini bangunan Stasiun Merakurak masih kokoh dan tidak digunakan sama sekali. Dahulu bangunan ini pernah disewa TNI AD untuk dipergunakan sebagai markas Koramil 0811/04 Merakurak. Beberapa sarana dan prasarana perkeretaapian di sekitar stasiun ini masih ada meski beberapa ada yang sudah rusak berat. Kini aset stasiun sepenuhnya dikuasai oleh PT Kereta Api Indonesia.

Source https://id.wikipedia.org https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Merakurak
Comments
Loading...