Sejarah Stasiun Medari

0 153

Stasiun Medari

Stasiun Medari (MDI) adalah stasiun kereta api nonaktif yang berada di Caturharjo, Sleman, Sleman. Stasiun ini termasuk dalam Wilayah Aset VI Yogyakarta. Stasiun ini dahulu dibangun sebagai bagian dari jalur kereta api Yogyakarta–Magelang oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), yang dibuka pada tanggal 1 Juli 1898.

Memasuki tahun 1970, penumpang di stasiun ini menurun drastis karena kereta api saat itu berjalan dengan kecepatan sangat pelan. Mereka lebih memilih menggunakan moda transportasi lain seperti bus, mobil, dan lain-lainnya. Karena terus merugi, Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) terpaksa menutup jalur ini pada tahun 1976.

Penutupan ini juga dilakukan menyusul letusan Gunung Merapi pada tahun 1972 hingga 1976 yang menyebabkan banjir lahar dingin serta menyebabkan terputusnya Jembatan Krasak pada tahun 1975.

Dikisahkan bahwa ketika pada masa perjuangan pasca kemerdekaan Indonesia, stasiun ini pernah dibakar, namun setelah itu dibangun pada lokasi yang sama. Sekitar 70 persen bangunan stasiun Medari ini masih asli. Meskipun sudah samar, tulisan maupun dudukan telegraf masih ada. Tulisan masih menempel di gunungan bangunan sebelah luar kiri dan kanan. Besi tiang telegraf masih terpancang di atas atap bangunan stasiun Medari. Akan tetapi kini, papan nama tersebut sudah dihilangkan.

Dahulu layanan yang melintas di lintas Yogyakarta-Secang antara lain kereta api Taruna Ekspres dan Borobudur Ekspres yang semuanya ditarik lokomotif uap. Perjalanan Jogja-Magelang ditempuh selama 1 jam 30 menit menyusuri pinggir Jalan Magelang dan melewati Kota Sleman.

Setelah ditutup pada tahun 1976, kini stasiun Medari berubah menjadi posyandu dan perpustakaan. Dulu, saat masih aktif, stasiun ini mempunyai jalur cabang menuju sebuah pabrik gula (PG Medari) yang terletak di sebelah stasiun ini.

Source https://id.wikipedia.org https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Medari
Comments
Loading...