Sejarah Stasiun Kereta Api Yogyakarta

0 286

Lokasi Stasiun Kereta Api Yogyakarta

Stasiun ini terletak di Jalan Margo Utomo No. 1 Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi stasiun ini terletak di sebelah ujung utara dari kawasan Malioboro yang secara fisik berbatasan dengan Jalan Margo Utomo di sebelah timur, Jalan Wongsodirjan dan Jalan Suryonegaran di sebelah utara, Jalan Perintis Kemerdekaan di sebelah barat, dan Jalan Pasar Kembang di sebelah selatan.

Sejarah Stasiun Kereta Api Yogyakarta

Stasiun Yogyakarta ini dikenal juga oleh masyarakat Yogykarta dengan sebutan Stasiun Tugu, karena bangunan stasiun tersebut tidaklah begitu jauh dari Tugu Pal Putih yang sekarang menjadi landmark Kota Yogyakarta.

Dibangun bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api Yogyakarta-Maos sepanjang 155 kilometer yang dikerjakan oleh Perusahaan Kereta Api milik Pemerintah Hindia Belanda, Staatsspoorwegen, pada tahun 1887. Sementara itu, Stasiun Yogyakarta mulai beroperasi pada 2 Mei 1887, sekitar 15 tahun setelah Stasiun Lempuyangan terlebih dahulu dioperasikan.

Berbeda dengan Stasiun Lempuyangan yang dibangun oleh Perusahaan Kereta Api milik swasta Nederlandsch Indisch Spoorweg Maatschappij (NISM), Stasiun Yogyakarta merupakan wujud turut campurnya dua kekuasaan yang memiliki pengaruh besar bagi Yogyakarta, yaitu Staatsspoorwegen (SS) yang menjadi perpanjangan tangan dari Pemerintah Hindia Belanda serta Kesultanan Yogyakarta

Bangunan Stasiun Kereta Api Yogyakarta

Bangunan didominasi warna putih dengan ditopang oleh empat pilar menjulang. Di atas dua pilar utamanya terdapat tiang bendera yang simetris dengan puncak atap emplasemen.

 

Fasad stasiun ini juga mengalami peralihan dari gaya Empire Style ke Art Nouveau yang bercorak Art Deco,  yang menjadi trend bangunan di Eropa pada waktu itu. Warisan gaya arsitektur tersebut masih dipertahankan sampai saat ini.

Jalur Kereta Api Yogyakarta

Stasiun dengan luas bangunan 74.128 m²  di atas lahan seluas 96.112 m² ini, memiliki 6 jalur rel. Jalur 1 sampai 3 merupakan jalur peron selatan, dan jalur 4 sampai 6 merupakan jalur peron utara. Penanda jalur peron selatan dan utara adalah letaknya dari bangunan stasiun ini. Jalur peron selatan berada di selatan bangunan stasiun, sedangkan jalur peron utara terletak di sebelah utara bangunan stasiun.

Fasilitas di Stasiun Kereta Api Yogyakarta

Stasiun ini memiliki fasilitas yang lengkap dibandingkan stasiun kereta api yang ada di Indonesia. Fasilitas tersebut meliputi hall, ATM Center, ruang tunggu atas, ruang VVIP, ruang kepala stasiun, ruang tunggu selatan, ruang tunggu utara, Loko Cafe, Twin’s Resaturant, ruang pengawas peron, Toegoe Resto, kantor, joglo, musholla, toilet, area parkir luas, dan lain-lain.

Source Stasiun Kereta Api Yogyakarta Yogyakarta
Comments
Loading...