Sejarah Stasiun Kereta Api Balapan Surakarta

0 481

Lokasi  Stasiun Kereta Api Solo Balapan

Stasiun Kereta Api Solo Balapan  merupakan salah satu stasiun kereta api besar yang berada di bawah manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Stasiun Balapan terletak di Jalan Wolter Monginsidi No. 112 Kelurahan Kestalan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi stasiun ini berada di sebelah barat Pasar Ayu, atau sebelah utara Hotel Pose In.

Sejarah Stasiun Kereta Api Solo Balapan

Stasiun Balapan ini awalnya dibangun oleh perusahaan kereta api milik swasta, Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada tahun 1870 bersamaan dengan pembangunan jalur rel Tanggung-Kedungjati-Gundih-Solo Balapan sepanjang 83 kilometer, yang dimulai pada tahun 1868 dan selesai pada 10 Februari 1870.

Bangunan Stasiun Balapan masih  sederhana, tak sebesar seperti sekarang ini, karena pada saat itu belum selesai pembangunannya. Hal ini dikarenakan ketika sampai di Stasiun Balapan, pihak NISM kehabisan modal untuk melanjutkan jalur kereta api ke arah Yogyakarta. Sehingga pihak NISM harus mencari pinjaman dana kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk melanjutkan pembangunan jalur kereta api. Selain itu, yang menyebabkan pembangunan Stasiun Balapan ini tersendat-sendat karena lokasinya masih digunakan sebagai arena pacuan kuda milik Pura Mangkunegaran, sehingga pembangunan stasiun ini menjadi tidak optimal.

Penamaan Stasiun Balapan ini berasal dari daerah yang dulu dikenal sebagai daerah untuk pacuan kuda pada masa pemerintahan Mangkunegoro IV. Arena pacuan kudanya, atau dalam istilah Jawa disebut balapan jaran, kala itu sudah dilengkapi dengan tribun. Tempat pacuan kuda kemudian dipindahkan ke Manahan.

                              Stasiun Solo Balapan

Setahun setelah proyek pembangunan itu terhenti, pihak NISM kembali mendapatkan modal berupa pinjaman uang dari Pemerintah Hindia Belanda. Modal tersebut digunakan untuk melanjutkan kembali pengerjaan jalur kereta api menuju Yogyakarta dan sekaligus dimulai kembali pembangunan Stasiun Balapan. Oleh sebab itu, Stasiun Balapan ini sering juga disebut dengan Stasiun NISM. Stasiun Balapan menjadi stasiun yang besar semenjak tersambungnya jalur kereta api Tanggung-Kedungjati-Gundih-Solo Balapan dengan jalur kereta api Madiun-Paron-Sragen-Solo sepanjang 97 kilometer pada 24 Mei 1884, yang dikerjakan oleh maskapai milik pemerintah bernama Staatsspoorwegen (SS).

Bersambung dua jalur dari maskapai yang berbeda, yaitu NISM dan SS, menyebabkan Stasiun Balapan berkembang menjadi stasiun yang besar pada saat itu. Untuk mengakomodir hal tersebut, dilakukan penambahan emplasemen di Stasiun Balapan sehingga emplesemen yang terdapat di Stasiun ini menjadi dua buah. Yang sebelah utara digunakan untuk kereta api milik NISM dan yang sebelah selatan digunakan untuk kereta api milik SS. Itulah bangunan Stasiun Balapan yang pertama didirikan.

Setelah itu dibuatlah bangunan stasiun yang berada di sebelah selatan emplasemen bagian selatan. Pembangunan ini diselesaikan pada tahun 1910. Pada tahun 1927, Stasiun Balapan kembali mengalami pemugaran untuk menjadikan stasiun ini kelihatan megah dan berkesan mewah. Kali ini desain rancangannya dipercayakan kepada Ir. Herman Thomas Karsten, seorang arsitek Belanda dan perencana wilayah permukiman di Hindia Belanda yang cukup terkenal. Thomas Karsten dikenal sebagai sosok dibalik eloknya arsitektur Stasiun Balapan di Kota Solo.

Jalur Kereta Api Solo Balapan

Stasiun Balapan ini memiliki dua belas jalur yang terbagi menjadi dua emplasemen, yaitu emplasemen utara dan emplasemen selatan. Emplasemen selatan mempunyai lima jalur dengan jalur 4 sebagai sepur lurus jalur ganda arah hulu (dari Yogyakarta) serta jalur 5 sebagai sepur lurus jalur ganda arah hilir (ke Yogyakarta) dan jalur tunggal arah Madiun, sedangkan emplasemen utara memiliki tujuh jalur dengan jalur 7 sebagai sepur lurus jalur tunggal dari dan ke arah Semarang. Emplasemen selatan umumnya digunakan untuk pelayanan kereta api penumpang, sementara emplasemen utara untuk pelayanan kereta api barang serta pemberangkatan KA Senja Utama Solo dan Lodaya. Ke arah timur dari stasiun ini terdapat dua percabangan ke dua jurusan. Yang rel ke arah utara menuju ke Semarang, dan rel yang ke timur menuju ke Surabaya.

Source Stasiun Kereta Api Balapan Solo Surakarta
Comments
Loading...