Stasiun Kereta Api Pasuruan

0 623

Lokasi Stasiun Kereta Api Pasuruan

Stasiun ini terletak di Jalan Stasiun No. 1 Kelurahan Trajeng, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Lokasi stasiun ini berada di sebelah barat Pasar Kota Pasuruan.

Bangunan Stasiun Pasuruan

Stasiun Pasuruan memiliki luas 1.250 m². Dilihat dari fasad bangunannya, stasiun ini menggunakan arsitektur bergaya Indische Empire. Gaya arsitektur ini merupakan gaya imperial yang pertama kali dipopulerkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36, Herman Willem Daendels (1808-1811). Gaya arsitektur ini ditandai dengan bangunan tembok tinggi kokoh yang pada pinggiran atapnya biasa diberi ornamen besi tempa, serta menggunakan  jendela yang besar-besar dan memakai jalusi besi.

Dari segi arsitektur kota, peletakan stasiun ini cukup baik karena letaknya tegak lurus di tengah-tengah jalan utama Kota Pasuruan, yaitu Jalan Soekarno-Hatta. Dulu, kemegahannya bisa dilihat dari jalan utama tersebut.

Sejarah Stasiun Kereta Api Pasuruan

Stasiun Kereta Api Pasuruan (PS) atau yang disebut dengan Stasiun Pasuruan, merupakan salah satu stasiun kereta api yang berada di bawah manajemen  PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember yang berada pada ketinggian + 3 m di atas permukaan laut, dan merupakan stasiun kereta api kelas II yang letaknya paling barat dari Daop 9.

Bangunan Stasiun Pasuruan ini merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda. Diperkirakan pembangunan stasiun ini bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api dari Surabaya-Bangil-Pasuruan sepanjang 63 kilometer yang dikerjakan oleh Perusahaan Kereta Api milik Pemerintah Hindia Belanda, Staatsspoorwegen, dari tahun 1876 dan selesai pada tahun 1878. Jalur ini diresmikan pada tanggal 16 Mei 1878. Sehingga, Stasiun Pasuruan ini termasuk salah satu stasiun tertua di Jawa Timur.

Jalur Kereta Api Pasuruan

Stasiun berperon sisi ini memiliki 4 jalur aktif dengan 2 jalur sepur lurus yang menghubungkan ke Stasiun Probolinggo di sebelah timur, dan Stasiun Bangil di sebelah barat. Selain jalur aktif tersebut, dahulu ada jalur trem milik PsSM (Pasoeroean Stoomtram Maatschappij) yang bercabang dari jalur 1 melewati Jalan Niaga menuju Sengon yang sekarang sudah dinonaktifkan. Selain itu, dari Stasiun Pasuruan ini juga terdapat bekas jalur kereta api menuju ke Bekasi, Ngempit, dan Purwosari yang dibangun oleh PsSM.

Source Stasiun Kereta Api Pasuruan Jawa Timur
Comments
Loading...