Sejarah Stasiun Cibatu

0 83

Stasiun Cibatu

Stasiun Cibatu (CB) adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di Cibatu, Cibatu, Garut. Stasiun yang terletak pada ketinggian +612 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung dan saat ini merupakan salah satu stasiun kereta api aktif terbesar di Kabupaten Garut.

Lokasi stasiun ini kurang lebih 21 kilometer di sebelah utara ibu kota Kabupaten Garut Kota. Posisi dan ukuran stasiun yang relatif besar ini menjadikan stasiun ini menjadi stasiun utama keberangkatan bagi warga Garut untuk bepergian ke berbagai jurusan di Jawa dengan kereta api.

Stasiun ini dahulu memiliki percabangan menuju Garut–Cikajang, namun saat ini jalurnya telah dinonaktifkan karena kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum. Saat ini jalur ini sedang dalam progres reaktivasi, tetapi hanya sampai Garut saja.

Stasiun Cibatu dibuka pada tanggal 14 Agustus 1889 setelah diresmikannya jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Cicalengka dengan Cilacap oleh Staatsspoorwegen, maskapai kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda. Jalur yang menuju Garut juga diresmikan pada tanggal yang sama. Untuk perpanjangan jalur yang menuju Cikajang dibuka pada tanggal 1 Agustus 1930 oleh SS.

Pada era kolonial Belanda, Stasiun Cibatu merupakan stasiun primadona karena menjadi tempat pemberhentian wisatawan Eropa yang ingin berlibur ke daerah Garut. Dalam buku Seabad Grand Hotel Preanger 1897-1997 yang ditulis oleh Haryoto Kunto, antara tahun 1935-1940 setiap hari di stasiun Cibatu diparkir selusin taksi dan limousine milik hotel-hotel di Garut, di antaranya Hotel Papandayan, Villa Dolce, Hotel Belvedere, Hotel Van Hengel, Hotel Bagendit, Villa Pautine, dan Hotel Grand Ngamplang. Saat itu daerah Garut dengan kondisi alamnya yang indah memang merupakan daerah favorit wisatawan yang berasal dari Eropa.

Komedian legendaris Charlie Chaplin pada tahun 1927 pernah menjejakkan kakinya di stasiun ini. Saat itu Charlie Chaplin bersama aktris Mary Pickford sedang dalam perjalanan liburan ke Garut.

Selain Chaplin, tokoh lain yang tercatat menjejakkan kaki di Stasiun Cibatu adalah Georges Clemenceau. Dia adalah pendiri koran La Justice (1880), L’Aurore (1897), dan L’Homme Libre (1913); sekaligus penulis politik terkemuka. Clemenceau menjadi Perdana Menteri Prancis dalam dua periode, yakni 1906-1909 dan 1917-1920.

Setelah kemerdekaan Indonesia, tahun 1946, Presiden Republik Indonesia saat itu, Ir Soekarno, juga sempat berkunjung ke Stasiun Cibatu dalam rangkaian perjalanan menggunakan kereta api luar biasa melalui jalur selatan. Sepanjang perjalanan tersebut, rakyat di kota-kota kecil meminta Soekarno untuk turun di setiap stasiun (termasuk Stasiun Cibatu) dan berpidato.

Source https://id.wikipedia.org https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Cibatu
Comments
Loading...