Sejarah Sou Raja Palu

0 101

Sejarah Sou Raja Palu

Sou Raja merupakan salah satu rumah para bangsawan yang ada di Kota Palu. Selain itu Sou Raja juga merupakan suatu bukti sejarah bahwasanya di Kota Palu pada zaman dahulu pernah diperintah oleh penguasa kerajaan-kerajaan pada zamannya.

Sou Raja juga mempunyai fungsinya sebagai rumah dinas para Raja. Dan di tempat itu hanya para Raja dan juga para keturunanya saja yang dibolehkan untuk tinggal di tempat ini. Sou Raja dibangun dengan memakai pondasi-pondasi dari bahan kayu ulin ataupun juga disebut dengan kayu bayan. Sedangkan pada bagian atapnya harus berbentuk seperti segitiga.

Kamu juga bisa mendatangi Sou Raja yang berada di sekitar Palu Selatan, lebih tepatnya pada Desa Lere. Dan kamu perlu khawatir mengenai transportasi untuk ke tempat ini karena kamu cukup menaik kendaraan umum saja untuk bisa sampai ke tempat ini.

Selain itu Sou Raja, pada tempat ini terdapat sebuah makam yaitu Makam Datok Karamah. Datok Karamah diyakini oleh masyarakat sekitar berasal dari kota Aceh dan juga merupakan salah satu orang yang membawa dan mengajarkan ajaran agama Islam masuk ke Sulawesi Tengah.

Dan juga Sou Raja merupakan salah satu bangunan seperti panggung yang menggunakan konstruksi yang berasal dari bahan kayu dan juga dengan menggunakan paduan dari arsitektur bugis serta kaili.

Secara keseluruhan bangunan ini memiliki sekitar 32×11,5 meter. Tiang-tiang pada bangunan Sou Raja ini berjumlah sekitar 28 buah pada bagian induk serta pada bagian dapurnya ada sekitar 8 buah. Pada bagian atapnya memiliki bentuk seperti piramide segitiga, dan bagian depan serta bagian belakang atap bangunan ini ditutup dengan menggunakan papan serta dihiasi dengan menggunakan sebuah ukiran. Ukiran ini disebut dengan panapiri dan pada bagian ujung bubungan di bagian depan dan juga dibagian belakang ada sebuah mahkota yang memiliki ukir ini disebut dengan bangko-bangko.

Bangunaan Sou Raja ini terdiri dari 4 bagian. Bagian tersebut ialah :

1. Gandaria atau Serambi
Ruangan yang satu ini memiliki fungsi untuk ruang tunggu bagi para tamu. Pada bagian depannya berada sebuah anjungan yang digunakan untuk tempat bertumpuhnya semua anak tangga yang yang ada sekitar 9 buah anak tangga dan posisi anak tangga tersebut saling berhadapan satu sama lain.

2. Lonta Karavana atau Ruang bagian Depan
Pada bagian ruangan yang satu ini ini digunakan untuk penjamuan ataupun penerimaan para tamu khusunya untuk kaum laki-laki dalam  pelaksanaan pada upacara adat. Fungsi yang lainnya ialah untuk pakai sebagai tempat tidur kaum laki-laki.

3. Lonta Tatangana atau Ruang bagian Tengah
Di bagian Ruangan tengah memiliki fungsi sebagai tempat untuk musyawarah para raja beserta dengan para tokoh-tokoh adat. Serta pada bagian dalam ruangan yang satu ini ada 2 kamar tidur yang digunkan untuk para raja beristirahat.

4. Lonta Rarana atau Ruangan bagian Belakang
Ruangan yang satu ini dipakai untuk tempat makan para Raja beserta dengan semua keluarganya. Pada ruangan ini juga ada kamar khusus untuk para wanita dan juga anak gadis. Dan pada ruangan yang satu ini juga dipakai untuk menerima para saudara dan kerabat dekat raja.

Hiasan-hiasan yang ada pada Sou Raja

Di bangunan Souraja ada beberapa hiasan berupa tulisan kaligrafi dengan huruf-huruf Arab tertampang di jelusi-jelusi pada pintu ataupun jendela, serta ukiran yang ada didinding, loteng, pada bagian lonta-karavana, pada pinggira cucuran atap, papanini, bangko-bangko dengan menggunakan motif bunga-bunga dan juga motif dedaunan. Semua hiasan-hisan ini menjadi lambang kesuburan, lambang kemuliaan, lambang keramah-tamahan dan juga lambang kesejahteraan untuk para penghuni Sou Raja.

Source https://hello-pet.com https://hello-pet.com/wisata-sejarah-kota-palu-2043591
Comments
Loading...