Sejarah SMP Negeri 3 Madiun

0 117

SMP Negeri 3 Madiun

Sejarah berdirinya SMP Negeri 3 Madiun tidak dapat dipisahkan dari jasa-jasa dan cita-cita RA Kartini. Berkat cita-cita beliaulah para pengagumnya menidirikan lembaga-lembaga pendidikan di berbagai daerah. Salah satu lembaga pendidikan dari usaha perwujudan cita-cita RA Kartini adalah berdirinya sebuah sekolah di Madiun, yang kelak kemudian menjadi SMP Negeri 3 Madiun.

Sejak tahun 1912, di pulau Jawa mulai berdiri beberapa sekolah untuk para gadis pribumi Indonesia oleh Fonds dari Kartini Vereniging yang dibantu Fonds Kartini di Den Haag Nederland. Di Madiun, sekolah yang dimaksud berdiri pada tahun 1915 dan diberi nama : KARTINI SCHOOL.

Berdasarkan Surat Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Madiun No. 2856/IV/Kag/80 tertanggal 15 Juli 1960, Kartini School berdiri di atas tanah R.V.E. 1544 seluas 4870 m2 seperti yang tercantum dalam Surat Ukur tanggal 23 Nopember 1914 No. 42 atas nama VERENIGING MADIOENSCHE KARTINI SCHOOL yang terletak di RIAUW STRAAT MADIOEN. Pembangunan gedung lembaga ini selesai pada tahun 1917.

Para gadis pribumi Indonesia yang belajar di Kartini School Madioen ini mendapat pengajaran yang sama dengan pengajaran yang diberikan kepada para pelajar di HIS (Hollands Inlandsch School) ditambah dengan pendidikan tentang pekerjaan rumah tangga. Sedangkan para pengajarnya terdiri dari guru-guru perempuan bangsa Indonesia dan sejumlah kecil guru-guru perempuan yang berdarah Belanda. Tercatat guru perempuan berdarah Belanda terakhir yang mengajar di Kartini School Madioen adalah Yuvrouw (Nona) BRAKE.

Konstruksi bangunan Kartini School Madioen mempunyai bentuk dan ciri yang khas yang dimiliki oleh semua sekolah Kartini yang ada di seluruh pulau Jawa pada waktu itu. Bangunan tersebut masih dapat disaksikan pada bangunan induk SMP Negeri 3 Madiun yang sampai sekarang masih dimanfaatkan sebagai ruang belajar dan memang sengaja masih dipertahankan keaslian konstruksinya. Ini semua dilakukan mengingat bahwa gedung ini merupakan suatu hal yang dianggap cukup monumental bagi daerah Madiun sehingga pantas dijadikan salah satu Monumen Nasional yang sangat bersejarah khususnya bagi kebangkitan pendidikan di Indonesia pada umumnya dan di Madiun pada khususnya.

Dalam kiprahnya sebagai lembaga pendidikan sejak berdiri pada tahun 1915, Kartini School menjalankan misinya sampai dengan jatuhnya Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1942. Selanjutnya dari tahun 1942 hingga tahun 1945 (di bawah pemerintahan Jepang) Kartini School berganti nama menjadi SMPP (Sekolah Menengah Pertama Putri) dengan siswa yang masih tetap khusus kaum perempuan. Selaras dengan pergantian penguasa pada waktu itu, jalan di depan sekolah tersebut disesuaikan namanya dari RIAUW STRAAT menjadi JALAN RIAUW. Jika pada waktu berdiri pertama kali Kartini School setingkat dengan Sekolah Rendah (sekarang Sekolah Dasar), statusnya berubah menjadi Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), sedangkan Sekolah Rendah -nya atau lebih populer dengan istilah Sekolah Rakyat Kartini (SR Kartini) bergeser ke Jl. Diponegoro yang letaknya sekarang berseberangan dengan SDK St. Yusuf dan berganti nama menjadi Sekolah Dasar Negeri Kartoharjo 2 Kota Madiun.

Nama SMPP tersebut terus berkelanjutan (tidak terjadi perubahan nama) sampai pada awal kemerdekaan Indonesia (tahun 1945) hingga tahun 1950 dengan siswa tetap terdiri dari kaum perempuan. Namun sejak dimulainya tahun pelajaran 1950/1951 (tepatnya pada tanggal 1 Agustus 1950) nama SMPP berubah menjadi SMP Negeri 3 Madiun sampai sekarang. Sejak saat itu pula sekolah ini mulai menerima siswa campuran yang terdiri dari siswa putra dan siswa putri mulai kelas 1 sedangkan kelas 2 dan kelas 3 masih tetap hanya terdiri dari siswa putri sebagai kelanjutan dari kondisi pada tahun-tahun sebelumnya. Sejalan dengan perubahan statusnya sebagai sekolah negeri pada tanggal 1 Agustus 1950 itu, tanah dimana SMP Negeri 3 Madiun berdiri ini dibebaskan dari pajak (hal ini diperkuat dengan terbitnya Surat Keterangan Kepala Desa Madiun Lor yang menyatakan bahwa sejak tanggal 1 Agustus 1950 itu SMP Negeri 3 Madiun tidak perlu membayar pajak).

Berdasarkan hal tersebut akhirnya ditetapkan bahwa Hari Jadi SMP Negeri 3 Madiun adalah tanggal 1 Agustus yang kemudian diperingati setiap tahun.

Berkenaan dengan diundangkan dan diberlakukannya UU No. 5/1960 tanggal 24 September 1960 yang selaras dengan Peraturan Menteri Agraria No. 2/1960 serta sesuai dengan perubahan status tanahnya, maka sejak tanggal 24 September 1960 tanah dan bangunan SMP Negeri 3 Madiun dikonversikan sehingga akhirnya berada di bawah kewenangan Departemen Pendidikan Republik Indonesia. Bertahun-tahun kemudian sejak tahun 1981 SMP Negeri 3 Madiun berubah status kepemilikannya yaitu menjadi milik Negara Republik Indonesia. Perubahan status tersebut terlaksana berkat usaha Kepala SMP Negeri 3 Madiun beserta staf yang tiada henti. Sejalan dengan hal itu jalan di depan sekolah tersebut diganti namanya dari Jl. Riau menjadi Jl. RA Kartini sebagai kenangan sejarah berdirinya SMP Negeri 3 Madiun serta sebagai penghormatan dan penghargaan bagi RA Kartini sebagai pejuang kaum wanita. Akhirnya alamat SMP Negeri 3 Madiun sejak saat itu adalah di Jl. RA Kartini No. 6 Telpon (0351) 462523 Kode Pos 63122.

Source http://www.smpn3kotamadiun.sch.id http://www.smpn3kotamadiun.sch.id/home/readmore/3/sejarah-singkat
Comments
Loading...