Sejarah SMK Wiworotomo

0 130

Sejarah SMK Wiworotomo

Sebelum tahun 1958 keberadaan STM yang merupakan lembaga pendidikan teknik tingkat menengah belum ada satupun di Purwokerto dan Banyumas pada umumnya. Baik yang diselenggarkan oleh masyarakat (swasta) atupun yang diselenggarakan oleh pemerintah (negeri), sedangkan animo lulusan ST-SMP untuk melanjutkan ke STM cukup tinggi dan terpaksa harus ke Ibu Kota Propinsi yaitu Semarang, Yogyakarta dan Bandung.

Atas Rahmat dan Karunia Tuhan Yang Maha Esa Panitia Pendiri yang sekaligus sebagai Badan Penyelenggara Sekolah, mendirikan STM Swasta di Purwokerto (STM Purwokerto) pada tanggal 01 September 1958 dengan Jurusan Mesin dan Jurusan Bangunan Gedung. STM Purwokerto ini merupakan sekolah teknik menengah pertama di Purwokerto dan merupakan cikal bakal berdirinya “SMK Wiworotomo saat ini”.

Sejak STM Purwokerto didirikan, Panitia Pendiri Sekolah segera melaporkan ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan melakukan kerjasama secara teratur dengan harapan pada batas waktu tertentu status sekolah dapat ditingkatkan. Tanggapan pemerintah terhadap sekolah ini cukup baik, terhitung sejak tanggal 01 Agustus 1960 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menaikan status STM Purwokerto menjadi STM Berbantuan.

Seiring perubahan status dan perkembangan sekolah yang diselenggarakan meningkat, sejak tanggal 01 Agustus 1960 Panitia Pendiri STM dibubarkan dan dirubah menjadi Yayasan Pendidikan Teknik (YPT) berkedudukan di Purwokerto sebagai penyelenggara sekolah. Hal ini dikarenakan aturan pemerintah yang mengharuskan bahwa penyelenggara lembaga pendidikan harus berbadan hukum. Pendirian Yayasan Pendidikan Teknik (YPT) di Purwokerto ditetapkan dan disahkan dengan Akte Notaris RM. Wiranto No. 21 di Yogyakarta pada tanggal 21 Agustus 1961.

Atas kesungguhan hati para pengurus dan pengajar dalam upaya meningkatkan penyelenggaraan sekolah dan peran serta instansi terkait baik pusat maupun daerah pada tahun 1961 melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 68772/B.II tanggal 20 Desember 1961, STM Berbantuan ditingkatkan statusnya menjadi STM Bersubsidi.

Pada tahun ajaran 1963/1964 STM Bersubsidi menambah jurusan baru yaitu Jurusan Listrik, kemudian pada tahun ajaran 1964/1965 membuka Jurusan Bangunan Air, sehingga seluruh jurusan yang dimiliki oleh STM Bersubsidi pada waktu itu menjadi 4 jurusan yaitu Jurusan Mesin, Jurusan Listrik, Jurusan Bangunan Gedung dan Jurusan Bangunan Air. Untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan sekolah yang berkualitas Yayasan sebagai penyelenggara lembaga pendidikan harus menyediakan fasilitas yang cukup diantaranya adalah ketersediaan ruang belajar yang representatif, karena semenjak berdiri kegiatan sekolah menggunakan fasilitas ST Negeri yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto Purwokerto. Alhasil pada tahun 1965 Yayasan Pendidikan Teknik (YPT) dapat mengusahakan tanah seluas 1,5 ha yang berlokasi di Desa Rejasari tepatnya di Jalan Raya Kalibogor Purwokerto. Lokasi ini rencananya digunakan sebagai kegiatan belajar mengajar STM Bersubsidi. Untuk mewujudkan rencana tersebut segera Yayasan sebagai pemilik lahan menajalin kerjasama dengan CV. HARUMAN Bandung sebagai pelaksana pembangunan gedung sekolah melalui kontrak yang diketahui oleh instansi resmi/pemerintah membentuk Panita Pembangunan Gedung STM dan Perumahan Guru STM dan panitia tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Kabupaten Banyumas Nomor : 22/2/I/KDH tanggal 15 Maret 1966. Walaupun Surat Keputusan Bupati Kabupaten Banyumas ditetapkan pada tahun 1966, namun Panitia Pembangunan Gedung STM sudah melaksanakan kegiatannya sejak tanggal 17 Desember 1965 agar supaya pada waktu yang ditentukan bisa segera ditempati.

Dengan adanya jaminan dan kepastian ketersediaan gedung sebagai kegiatan belajar mengajar, Pengurus Yayasan melalui surat Nomor : 002/JPT/1967 tanggal 27 Februari 1967 disusuli dengan surat desakan Nomor : 035/JPT/1968 tanggal 20 Februari 1968 mengajukan permohonan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk menegerikan STM Bersubsidi. Sambil menunggu Surat Keputusan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Katorda Ditjen Pendidikan Dasar Jawa Tengah dengan Surat Keputusan Nomor : 402/II/1968 tanggal 26 Februari 1968 menegerikan STM Bersubdisi untuk Jurusan Bangunan Gedung dan Bangunan Air terhitung sejak tanggal 01 Januari 1968 untuk Jurusan Mesin dan Listrik masih berstatus STM Bersubsidi. Dengan perubahan 2 jurusan tersebut maka masing-masing STM dipimpin oleh Kepala Sekolah sendiri-sendiri.

Pada tahun ajaran 1969/1970 dengan sepengetahuan Bupati Kabupaten Banyumas STM Bersubsidi dan STM Negeri Purwokerto pindah lokasi ke Desa Rejasari tepatnya Jalan Raya Kalibogor Purwokerto untuk menempati bangunan gedung yang telah selesai dibangun oleh Panitia Pembangunan STM, yaitu 7 ruang teori, 1 ruang gambar, 1 ruang guru, 2 ruang Kepala Sekolah, 2 ruang kantor/TU dan sebagai pelengkap bangunan sekolah yaitu 1 kamar mandi/wc. Kemudian secara bertahap pada tahun 1975 Yayasan meneruskan pembangunan kelas-kelas berikutnya yang dananya bersumber dari orang tua murid.

Dalam upaya Yayasan menegerikan dua jurusan yang masih tertinggal (Jurusan Mesin dan Listrik), mulai tahun ajaran 1976/1977 STM Negeri Purwokerto membuka jurusan baru yaitu Jurusan Mesin dan Jurusan Listrik, dengan demikian harapan Yayasan untuk menegerikan dua jurusan tersebut semakin sulit. Pada tahun 1976 STM Negeri berpindah lokasi ke Jalan Gatot Subroto Purwokerto menempati bekas ST Negeri Purwokerto yang terkena likuidasi dan berubah menjadi SMP Negeri 7 yang berlokasi di Desa Teluk Purwokerto akibat Kebijakan Pemerintah Mengenai Penyederhanaan Sistem Pendidikan Teknik Tingkat Pertama (STP). Untuk STM Bersubsidi tetap menempati lokasi di Jalan Raya Kalibogor di Desa Rejasari Purwokerto (Jalan Laksda Yos Sudarso No. 3 Purwokerto sebagai lokasi SMK Wiworotomo di Purwokerto saat ini).

Yayasan sebagai Penyelenggara STM Bersubsidi bersama-sama dengan pimpinan lembaga membuka jurusan baru yaitu Jurusan Bangunan Gedung dan Jurusan Bangunan Air sebagai pengganti 2 jurusan yang sebelumnya dinegerikan, pada tahun ajaran 1976/1977, selain itu pertimbangan lain pembukaan jurusan baru ini adalah untuk menampung lulusan ST-SMP yang semakin banyak berkeinginan melanjutkan sekolah di STM Bersubsidi. Sesuai petunjuk Dirjen Pendidikan Dasar Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta pada tahun ajaran 1977/1978, sekolah diberi indentitas/pengenal “WIWOROTOMO” dengan Surat Keputusan Nomor : 55100/D.77 tertanggal 04 Oktober 1977 nama STM Bersubsidi berubah menjadi STM Wiworotomo Bersubsidi (lebih dikenal dengan sebutan STM Wiber). Pemberian identitas/pengenal “Wiworotomo” mempunyai makna sebagai berikut : WIWORO berarti JALAN sedangkan TOMO berarti UTAMA kalau diartikan menjadi “STM Wiworotomo sebagai tujuan/jalan menuju kearah keutamaan bagi semua anak didiknya khususnya dan seluruh Keluarga Besar Wiworotomo umumnya”, harus disadari bahwa nama Wiworotomo merupakan pandangan hidup atau prinsip dasar lembaga dalam mencapai tujuan, sehingga perlu dijaga dan dipertahankan kelestariannya oleh seluruh “Keluarga Besar Wiworotomo” sampai kapanpun.

Source https://smkwiworotomopurwokerto.sch.id https://smkwiworotomopurwokerto.sch.id/artikel-303-Sejarah-Sekolah.html
Comments
Loading...