Sejarah SMAN 3 Malang

0 76

SMAN 3 Malang

Bangunan SMAN 3 Malang dulunya merupakan salah satu bagian sekolah peninggalan Zaman Belanda yang sampai saat ini masih terawat dengan baik. Bangunan ini akan masuk menjadi bangunan cagar budaya yang dilindungi melalui SK wali Kota Malang. Menjadi salah satu sekolah dari komplek SMA Tugu yang dulunya diberi nama HBS (Hoogere Burger School), yakni Sekolah Tinggai Warga Negara atau Sekolah Menengah untuk Belanda, sementara AMS (Algemeene Middlebare School) adalah Sekolah Menengah untuk Umum.

Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang Agung H Buana menjelaskan, komplek sekolah ini dibangun sekitar tahun 1931. Dirancang oleh Ir. W. Lemei dari Landsegebouwendienst (Jawatan Gedung Negara) Jawa Timur.

Pembangunan gedung ini hampir bersamaan waktunya dengan pembangunan Balai Kota Malang. Supaya tidak terkesan sebagai bangunan yang ingin menyaingi Balaikota yang menimbulkan kesan monumental pada gedung tempat penguasa Kota Malang itu, maka gedung sekolah ini dibuat seperti karakter bangunan Villa.

SMA yang dikenal dengan semboyan Bhawikarsu-nya itu lahir pada tanggal 8 Agustus 1952 berdasarkan Surat Keputusan Menteri PP dan K nomor 3418/B tertanggal 8 Agustus 1952. Saat kelahirannya, sekolah tersebut masih menyandang nama SMA B-II Negeri Malang.

Cerita berawal dari setelah pengakuan kedaulatan RI, di Kota Malang berdirilah dua SMA pada tanggal 27 Desember 1949, yaitu SMA Republik Indonesia dan SMA Federal (VHO). Sekolah Federal khusus menampung para pejuang TRIP, TP, TGP, dan lain-lain yang kembali ke sekolah setelah masa perjuangan kemerdekaan.

Pada tanggal 8 Agustus 1952, jurusan B (Ilmu Pasti Alam) SMA Republik Indonesia digabung menjadi satu dengan SMA Peralihan berdasarkan SK Menteri PP dan K nomor 3418/B dan diberi nama SMA B-II Negeri, sebagai cikal bakal SMA Negeri 3 Malang.

Lalu adanya tren SMA Gaya Baru pada tahun 1963 yang mengharuskan semua SMA mempunyai jurusan yang sama, yaitu Budaya, Sosial, Ilmu Pasti, dan Ilmu Pengetahuan Alam kembali berpengaruh pada sejarah SMA Negeri 3.

Pemerintah menghapuskan nama tambahan A, B, atau C pada urutan nama keempat SMA yang ada. Nama SMA III berubah nama menjadi SMU Negeri 3 Malang berdasarkan SK Mendikbud RI nomor 035/O/1997, sebelum akhirnya berubah kembali menjadi SMA Negeri 3 Malang pada tahun 2002, hingga saat ini.

Pada masa pendudukan Jepang, Sekolah Tugu, termasuk SMAN 3 sempat berubah menjadi interniran bagi warga keturunan Belanda. Sempat pula dibeberapa gedungnya menjadi ruang penyiksaan bagi tahanan Belanda oleh tentara Jepang.

Secara keseluruhan gedung yang dibangun tahun 1930-an ini termasuk arsitektur kolonial modern di mana penyelesaian detail dan bentuk-bentuk ragam hias sudah bebas dari ukir-ukiran dan penyelesaian yang rumit, seperti bentuk arsitektur abad XIX.

Source https://www.malang-post.com https://www.malang-post.com/berita/kota-malang/sman-3-malang-dibangun-belanda-sempat-jadi-ruang-tahanan
Comments
Loading...