Sejarah SMA Negeri 8 Malang, yang Dulunya Proyek Perintis Sekolah Pembangunan

0 76

Sejarah SMA Negeri 8 Malang, yang Dulunya Proyek Perintis Sekolah Pembangunan

SMA Negeri 8 Malang bukan sekedar sekolah negeri yang dibangun di Jalan Veteran, salah satu kawasan pendidikan karena berada di sekitar Kampus Universitas Brawijaya, SMK Negeri 2 Malang dan SMP Negeri 4 Malang. Jika dilihat jauh ke belakang, sekolah ini memiliki sejarah yang tak kalah menariknya untuk dikuak.

Kisah berawal dari Sekolah Menengah Atas bernama Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) IKIP Malang (sekarang Universitas Negeri Malang) yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0172a/1971, tertanggal 21 September 1971. Kala itu, selain di Malang, ada delapan IKIP Negeri di Indonesia yang ditunjuk membuat proyek ini.

SMA PPSP IKIP Malang resmi beroperasi menggelar kegiatan belajar-mengajar tepat pada 20 Februari 1973. Sejak awal diresmikannya sebagai lembaga pendidikan, sekolah tersebut menempati gedung Tempat Pendidikan Ketrampilan (TPK) di jalan Yogyakarta kavling 3-7 (sekarang Jalan Veteran No.37).

Sekolah berlabel PPSP ini merupakan sebuah sarana untuk uji coba dalam rangka penelitian, pembaharuan, dan pengembangan sistem pendidikan nasional. Hal ini berdasarkan SK Mendikbud No. 04/U/1974. Untuk pembinaan dan pengembangan lebih lanjut, SMA PPSP IKIP Malang ini beroperasi di bawah binaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Mereka berpedoman pada SK Mendikbud No.008b/U/1975 tertanggal 17 Januari 1975.

Dalam proses belajar-mengajar setiap harinya, SMA PPSP tak hanya beroperasi berdasarkan kurikulum yang dikembangkan oleh PPSP IKIP Malang. Siswa-siswi SMA PPSP IKIP Malang pun diarahkan pada dua jalur, yaitu jalur untuk persiapan meneruskan ke jenjang perguruan tinggi dan jalur persiapan terjun ke dunia kerja (vokasional).

Mereka menggunakan sistem belajar dengan modul, sistem kredit, sistem belajar tuntas dan maju berkelanjutan. Sistem ini membuat siswa dapat belajar dalam waktu yang lebih singkat yaitu empat sampai lima semester alias sekolah cukup dua tahun. Sistem ini juga diikuti oleh Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan (SMPP) Lawang. Harapannya dapat dimanfaatkan sekolah di luar PPSP.

Melalui kebijaksanaan Mendikbud lewat SK No. 07/U/1986, proyek Sekolah PPSP yang anggarannya menjadi beban unit utama Depdikbud ini akhirnya diakhiri pada tahun 1986. Semula, Sekolah PPLP dikelola oleh Balitbang Dikbud bersama Perguruan Tinggi. Setelah kebijakan Mendikbud itu, pengelolaannya dialihkelolakan kepada Ditjen Dikdasmen Depdikbud.

Selaku pembina Sekolah PPSP, IKIP Malang pun langsung bereaksi. Sebagai tindak lanjut, mereka mengeluarkan SK Rektor IKIP Malang No. 0384/Kep/PT 28/C/86 yang tertanggal 1 Agustus 1986 untuk melimpahkan guru dan pegawai sekolah untuk dikelola oleh Kanwil Depdikbud Propinsi Jawa Timur, sampai sekarang.

Pengalihan pengelola SMA PPSP IKIP Malang, termasuk guru dan karyawannya, ke lingkungan Kanwil Depdikbud Propinsi Jawa Timur bukannya tanpa tujuan. Pemerintah ingin menertibkan pengelolaan sekolah negeri pada satu tanggung jawab yang proporsional di bawah kebijakan Dirjen Dikdasmen. Hal ini berdasarkan berbagai aspek yang meliputi kepegawaian, keuangan, sarana, dan pelaksanaan pendidikan nasional yang seragam.

Lebih lanjut, SMA PPSP pun berganti nama menjadi SMA Negeri 8 Malang. Pemerintah dalam hal ini Depdikbud ingin hasil-hasil pembaharuan sistem pendidikan nasional yang telah diteliti dan dikembangkan pada PPSP dapat disebarluaskan ke sekolah negeri yang telah disesuaikan dengan kondisi yang ada. Langkah ini dilakukan secara bertahap dan terpadu.

Sesuai dengan SK Rektor IKIP Malang No. 0384/Kep/PT28.1/C/86 tertanggal 1 Agustus 1986, sebagian gedung SMA ini digunakan juga untuk SMP Negeri 4 Malang (sebelumnya bernama SMP PPSP). Hal ini mengakibatkan SMA Negeri 8 Malang melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar dua kali dalam sehari, yakni pagi dan siang.

Sejak berganti nama, SMA Negeri 8 Malang memakai sistem belajar-mengajar baru, yakni kurikulum Cara Belajar Siswa Aktif dengan pendekatan ketrampilan proses. Sekolah ini memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi untuk mengikuti Program Rotary AFS, sejenis program belajar di luar negeri.

SMA Negeri 8 Malang juga sering menerima tamu pertukaran pelajar dari luar negeri yang mengikuti program khusus selama satu tahun. Program pertukaran pelajar ini berpengaruh positif bagi para siswa, terutama dalam upaya menambah khasanah pergaulan antar bangsa.

Dalam perkembangannya, sesuai arahan BP3 (Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan), SMA ini membangun ruang laboratorium, workshop, dan menambah lokal baru agar bisa melaksanakan KBM secara bersamaan sejak pagi hari.

Sempat pula dilaksanakan sistem kelas berjalan (moving class) di sekolah ini. Sistem tersebut juga pernah diterapkan SMA PPSP untuk memecahkan masalah kekurangan lokal, sekaligus sebagai upaya agar siswa tidak jenuh dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar.

Setahun setelah berganti nama, SMA Negeri 8 Malang memiliki akronim baru sebagai identitas, yakni SMARIHASTA alias SMA Negeri 8 (hasta berarti 8 dalam bahasa Sansekerta). Semboyan baru pun dibuat, yakni BHASKARA yang juga akronim dari Bhawana Satya Karya Anugraha. Bhawana berarti lingkungan di mana dia berada, Satya berarti setia, Karya berarti karya, Anugraha berarti penghargaan atau penghormatan. Maknanya adalah hendaknya civitas akademika SMARIHASTA memiliki jiwa pengabdian/berbakti di mana pun dia berada (di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung), bersikap setia, terus berkarya/bermanfaat dan menghargai/menghormati tata nilai yang dianutnya.

Saat ini, SMA Negeri 8 Malang memiliki fasilitas yang bisa dibilang cukup lengkap. Mulai dari ruang kelas, perpustakaan, laboratorium biologi, laboratorium fisika, laboratorium kimia, laboratorium komputer, laboratorium bahasa.

SMA Negeri 8 Malang sekarang membuka tiga kelas, yakni IPA, IPS dan Bahasa. Kelas-kelas itu berada di lantai satu dan dua. Sementara di sisi barat gedung utama sekolah terdapat tiga buah lapangan yang biasa dipakai untuk kegiatan ekstrakurikuler basket (OBBS), voli dan futsal (GENESIS).

Selain ketiga ekskul tersebut, SMA ini memiliki banyak pilihan ekstrakurikuler untuk para siswanya. Sebut saja Palang Merah Remaja (PMR), Pramuka, KONRESA (Konseling), BDI (Badan Dakwah Islam), SBC, GAPEMA (Gerakan Pecinta Alam), ESCAPE, OSN (Astronomi, Biologi, Fisika, Kimia, Matematika), Perisai Diri, Karawitan, Teater, Videografi, Modern Dance, Break dance, OBUSA (Bulu Tangkis), SMAVO (Paduan Suara), BRAVO (Mading), Freundshaf (Bahasa Jerman), NIGOSHA (Bahasa Jepang), Traditional Dance, SCC (Smarihasta Christian Comunity), LUMOS (Lingkup Muda-Mudi Katolik Smarihasta).

Kiprah Seni SMARIHASTA atau yang lebih dikenal dengan singkatan KSSH menjadi acara tahunan resmi sekolah untuk merayakan Hari Ulang Tahun SMA Negeri 8 Malang. Setiap tahunnya, artis-artis ibukota sering diundang untuk mengisi acara tersebut.

SMA ini juga kondang dengan sebutan “sekolahnya para artis” atau “sekolahnya para model”. Sebab, SMA Negeri 8 Malang sempat menjadi tempat menimba ilmu bagi presenter dan aktor tenar Andhika Pratama dan Me-chan personil Duo Maia. Selain keduanya, banyak model lokal Malang yang sempat bersekolah di sini.

Source https://ngalam.co/2018/09/09/hotel-regents-park-kemewahan-terbalut-sentuhan-klasik/ https://ngalam.co/2015/12/15/sejarah-sma-negeri-8-malang-dulunya-proyek-perintis-sekolah-pembangunan/
Comments
Loading...