Sejarah SMA Negeri 5 Malang

0 201

SMA Negeri 5 Malang

Sejarah SMA Negeri 5 Malang ternyata dipengaruhi oleh adanya Gerakan 30 September (G30S/PKI). Sebab, sekolah berstatus RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) di Kota Malang ini dibentuk 15 hari sebelum meletusnya peristiwa pemberontakan tersebut.

Hingga tahun 1960-an, Kota Malang cuma memiliki empat Sekolah Menengah Atas Negeri, yakni SMA Negeri 1 sampai SMA Negeri 4 saja. Seiring berjalannya waktu, Pemerintah merasa perlu adanya penambahan SMA negeri untuk menampung para lulusan SMP di Malang. Maka, pada sejak Agustus 1965, pemerintah membuka lowongan Penerimaan Siswa Baru untuk SMA Negeri 5 Malang melalui radio.

Pendaftaran Siswa Baru untuk SMA Negeri 5 Malang ini bertempat di SMA Negeri 3 Malang di kawasan Alun-alun Tugu. Antusiasme masyarakat Kota Malang rupanya cukup bagus juga, sehingga diperolehlah empat kelas untuk angkatan tahun pertama. Kemudian, sebulan kemudian, berdasarkan SK Mendikbud No.96/SK/13/III/1965 tanggal 13 September 1965, ditetapkan berdirinya SMAN 5 Malang. Saat itu, untuk proses belajar mengajar, sekolah negeri anyar tersebut masih numpang di lokasi SMA Negeri 3 Malang, sebagai filial. Jika SMA Negeri 3 masuk pagi, maka SMA Negeri 5 masuk siang hari, lantaran keterbatasan gedung.

Drs. Suroto diangkat sebagai plh Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Malang, bersama Kepala Tata Usaha Hadi Sudarwo, dan staf-nya Djasan. Terdapat sebanyak 17 orang guru, yang terdiri dari tujuh guru tetap dan 10 guru tidak tetap saat itu yang mengabdi di sekolah tersebut.

Meletusnya peristiwa G30S/PKI yang tak berselang lama setelah penetapan SMA Negeri 5 sebagai sekolah baru di Malang, rupanya bepengaruh cukup fundamental bagi sejarah perkembangan sekolah tersebut. Atas kegigihan KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia)/KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) pada waktu itu, gedung sekolah milik etnis Cina bernama Ma-Chung di Jalan Tanimbar No. 24 Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang kemudian diambil alih oleh pemerintah Kota Malang. Gedung dengan area tanah yang cukup luas tersebut akhirnya dipakai untuk kegiatan belajar mengajar SMA Negeri 5 Malang sampai saat ini.

Sekolah ini memiliki motto Dhamysoga yang merupakan kepanjangan dari Dharmekyastu Yogya. Dharme. Motto yang berasal dari Bahasa Sansekerta itu bermakna Darma (mendarmakan), Kyastu (kesungguhan/sepenuh hati), Yogya (kesederhanaan). Maka, jika digabung berarti sifat sederhana dan rendah hatilah yang dipakai landasan untuk berdarma bakti, sesuai dengan panjangnya perjalanan sejarah SMA Negeri 5 Malang itu sendiri.

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/2017/07/24/sejarah-sma-negeri-5-malang-yang-lahir-di-zaman-g30spki/
Comments
Loading...