Sejarah Singkat Rumah Sakit Panti Nirmala

0 49

Sejarah Singkat Rumah Sakit Panti Nirmala

Tiong Hwa Ie Sia, begitu sebutan Rumah Sakit yang terletak di Laksmana Martadinata. RS yang namanya sedikit asing itu tidak lain adalah nama lawas dari RS Panti Nirmala.

Dikutip dari laman resmi Panti Nirmala, cerita pendirian RS ini berawal pada tahun 1920-an, pengusaha Tionghoa di Malang diantaranya yaitu an Hok Wan, Kwee Sien Po, Liem Bian Sioe, dan Han Kang Hoen berkumpul melakukan diskusi untuk membuat pelayanan kesehatan bagi kalangan bawah yang di saat itu sangat memprihatinkan. Melalui diskusi yang cukup panjang akhirnya pada 1929 didirikan poliklinik sederhana di Jalan Pecinan.

Saat berdiri, klinik yang semacam BKIA (Balai Kesehatan Ibu dan Anak) ini memiliki dua dokter yaitu Dokter Liem Ghik Djiang dan Dokter Tjan Eng Jong. Keduanya pula yang akhirnya mendirikan Yayasan atau Perkumpulan Tiong Hwa Ie Sia (THIS).

Nama itu pula yang kemudian menjadi nama poliklinik yang kemudian diresmikan oleh Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No.25 Tahun 1934, tanggal 8 Maret 1934, dan dimuat dalam Javasche Courant No.23 tanggal 20 Maret 1934.

Surat Keputusan tersebut dikeluarkan atas permohonan seorang pengurus THIS, Kwee Sien Po. Dalam Pasal 1 AD tertulis, organisasi (rumah sakit) berdiri terhitung sejak tanggal 1 Oktober 1929. Maka tanggal 1 Oktober adalah hari ulang tahun perkumpulan (yayasan) dan Rumah Sakit Panti Nirmala Malang.

Rumah Sakit ini awalnya adalah klinik sederhana. Saat pertama didirikan, lokasinya adalah di Jalan Pecinan atau sekitar pasar Besar. Kemudian RS ini berpindah dari Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Kyai Tamin, Jalan Sutan Syahrir hingga di Jalan Laksmana Martadinata.

Seusai Perang Dunia II, terjadi Revolusi Kemerdekaan yang antara lain terjadi di Surabaya, banyak korban perang yang dibawa ke Malang dan dirawat di rumah sakit pemerintah yang ada, tetapi tidak mencukupi. Para Pengurus THIS memutuskan untuk menyewa sebuah gudang kopi di Jl Gudang Garam No.8 Malang (sekarang Jl Kebalen Wetan) untuk memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan lain bagi para korban oleh para sukarelawan Poliklinik THIS.

Bahkan pada agresi militer Belanda pada tahun 1927, RS ini tidak tutup dan tetap melayani pasien dari golongan kaum pribumi dan pejuang yang mendapatkan luka.

Seusai perang, gudang kopi keluarga Han pemilik perkebunan kopi ”Bumi Redjo” di lereng Gunung Kawi tersebut akhirnya dibeli oleh pengurus THIS dengan bantuan dana para pengusaha dan dermawan lain.

Bangunan induk yang dijadikan tempat tinggal juga dibeli. Para dermawan yang ikut menyumbang adalah Tan Kee Liang, Ong Kie Hiang, Go In Kiem, dan Kwee Hok Hay. Mereka selanjutnya masuk dalam Badan Pengurus THIS dan melakukan pembangunan rumah sakit. Semenjak itu, lokasi RS Panti Nirmala menetap hingga sekarang.

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/2017/06/06/sejarah-singkat-rumah-sakit-panti-nirmala/
Comments
Loading...