Sejarah Singkat Kelurahan Tanjunganom

0 237

Sejarah Singkat Kelurahan Tanjunganom

Kelurahan Tanjunganom merupakan salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Secara geografis, Kelurahan Tanjunganom terletak pada posisi 7° 21’ – 7° 31’ Lintang Selatan dan 110° 10’ – 111° 40’ Bujur Timur.

Dalam Profil Kelurahan Tanjunganom, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, yang disusun oleh Tim Perumus Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Des) Tahun 2011 – 2015, dikisahkan bahwa sembilan tahun sebelum Perang Diponegoro meletus, tepatnya pada tahun 1816, hiduplah seorang bernama Dipoyono. Ia adalah rakyat biasa yang menaruh simpati terhadap perjuangan Pangerang Diponegoro dalam berperang melawan penjajah Belanda.

Dari berbagai sumber yang ada, Dipoyono awalnya adalah seorang pelarian dari Bagelen, Purworejo. Ia melarikan diri ke Jawa Timur lantaran takut dianggap sebagai musuh pemerintah kolonial Belanda yang terancam jiwanya. Selain itu, juga karena seringnya terjangkit wabah penyakit di daerah asalnya tersebut serta meletusnya gunung Merapi.

Di tempat barunya, ia memulai membuka hutan untuk bercocok tanan dan sekaligus sebagai tempat tinggal. Tempat di mana hutan tersebut ditebang, sekarang ini dikenal dengan Lingkungan Dipan, yang diambil dari unsur nama Dipoyono. Sedangkan, tempat peristirahatannya di tempat yang dulu ada sendang dengan air yang bening yang ada ikan Sili, dan dikelilingi sejumlah pohon pandan, dinamakan Pandan Sili.

Lalu, tempat tinggalnya yang di dekatnya tumbuh pohon Tanjung yang besar dan rimbun dinamakan Tanjunganom.

Setelah Dipoyono menempati daerah tersebut, kemudian menyusul yang lainnya untuk bertempat tinggal di sekitar wilayah tersebut, seperti Nur Iman menempati daerah Krempyang, Sanusi memilih lokasi di daerah Tanjung, dan Abdul Rohman berdiam diri di daerah Bagbogo.

Source http://kekunaan.blogspot.com http://kekunaan.blogspot.com/2013/12/sejarah-singkat-kelurahan-tanjunganom.html
Comments
Loading...