Sejarah Singkat Dua Jembatan Beli Karangkates

0 82

Sejarah Singkat Dua Jembatan Beli Karangkates

Tak jauh dari Bendungan Karangkates (Sutami), terdapat jembatan beli yang menjadi penghubung daerah utara dengan daerah di selatan bendungan tersebut. Terdapat dua jembatan yang oleh masyarakat setempat disebut Jembatan Beli Karangkates.

Secara harfiah, jembatan beli adalah jembatan penghubung jalan yang terbuat dari kerangka besi yang menyelubung di bawah, samping dan atas jalan. Biasanya, jembatan semacam ini melintang di atas aliran sungai, untuk menghubungkan dua jalan raya yang terputus oleh sungai tersebut.

Anda yang tinggal di Malang selatan, terutama di wilayah Kecamatan Kalipare atau Kecamatan Donomulyo yang letaknya berada di sebelah selatan Bendungan Karangkates tentu tak asing lagi dengan Jembatan Beli Karangkates ini. Jembatan tersebut terletak tepat di sebelah barat bendungan.

Masyarakat setempat sering menyebutnya Jembatan Beli Karangkates, meski faktanya jembatan tersebut terletak di wilayah perbatasan antara Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare dan Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung. Jembatan ini juga bisa dibilang berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Malang di sebelah timur dengan Kabupaten Blitar di sebelah baratnya.

Di bawah Jembatan Beli Karangkates yang berdiri kokoh mengalir air sungai yang berasal dari air pembuangan dari turbin generator listrik di Bendungan Karangkates. Meski disebut air limbah, namun airnya tetap bening, mengalir ke arah barat dan melintas di bawah jembatan, lalu bergabung dengan air sungai lain yang berasal dari Sungai Kalibiru di sisi utara.

Terdapat dua buah jembatan beli di wilayah tersebut. Ada jembatan beli lama dan jembatan beli baru. Jembatan beli lama yang terletak di sebelah barat berukuran lebih sempit, sehingga mobil pun tak bisa bersimpangan. Sementara jembatan beli baru yang ukurannya dua kali lipat berada di sebelah timurnya. Jembatan beli lama dibangun bersamaan dengan dimulainya apembangunan Bendungan Karangkates, yakni pada tahun 1972. Jembatan tua ini sengaja dibangun sebagai pengganti jembatan lama (tretek) yang kini sudah terendam oleh Sungai Brantas. Sedangkan jembatan beli baru dibangun sekitar tahun 2005 untuk mendukung kinerja jembatan beli lama yang sudah tidak layak pakai. Hingga kini, dua Jembatan Beli Karangkates itu masih sama-sama difungsikan, meski lebih banyak kendaraan yang memilih melewati jembatan beli baru yang lebih lebar.

Keberadaan Jembatan Beli Karangkates ini bisa dibilang sangat penting bagi warga Kalipare dan Donomulyo yang letaknya di sebelah selatan Bendungan Karangkates. Sebab, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses terdekat dari wilayah mereka menuju ke Kota Malang.

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/2019/05/20/sejarah-singkat-dua-jembatan-beli-karangkates/
Comments
Loading...