Sejarah Sempu Banten Girang

0 278

Lokasi Sempu Banten Girang

Sempu Banten Girang terletak  di 

Sejarah Sempu Banten Girang

Sempu Banten Girang di Cipare Serang Banten terletak di pinggiran Kota Serang. Kota ini berkembang mulai paro pertama abad ke-19, setelah orang Belanda menjadikannya pusat pemerintahan daerah itu, dengan maksud melenyapkan arti politik Banten.

Dilihat dari Sempu, situs itu tampak terlihat seperti dataran tinggi tersendiri yang menjulang dari sebuah jurang sedalam lima belas meter akibat tufa vulkanis terkikis sungai. Dataran itu dikelilingi jurang berupa kelokan sungai sepanjang lebih dari separo garis kelilingnya, yaitu di sebelah utara, timur, dan sebagian sebelah selatan. Depresi yang membatasinya di sebelah barat sekarang ditumbuhi pohon nipah dan di musim hujan menjadi palung sungai sementara, memberi kesan Banten Girang sebagai “benteng” alami.

Sementara di Sempu rumah-rumah berdesakan di tepi sungai, maka dataran tinggi Banten Girang tampak hampir kosong, hanya di sana-sini muncul atap dari tengah-tengah kehijauan. Jembatan gantung kecil dari besi yang dibangun tahun 1950-an untuk menyeberangi sungai, tidak dibuat untuk beberapa yang tinggal di situ–lagi pula saat itu belum ada–melainkan untuk orang luar yang ramai datang menziarahi makam suci yang terletak di seberang sungai.

Setelah kita menyeberangi sungai itu, sampailah kita di semacam bukit kecil dan sempit yang terisolir oleh kelokan sungai. Di sini terdapat makam suci yang berdiri sendiri dan menjadi bertambah gaib lantaran suara risik yang terdengar tak henti-hentinya dari air yang mengalir tak kelihatan di bawahnya. Sesungguhnya, hanya ujung tanah ini bersama keramatnyalah yang oleh penduduk sekitar dimaksudkan dengan nama Banten Girang.

Tempat ini bersejarah dan suci karena berbagai alasan. Di balik makam diduga terdapat watu gilang (batu yang bersinar), tahta Pucuk Umun, ratu-pandita “Hindu” yang terakhir di Banten Girang. Cungkup bangunan yang sudah sering diperbaiki di tempat itu, adalah sebuah bangunan dari bata berisi dua makam yang dianggap sebagai kakak beradik yakni, Ki Jong dan Agus Jo. Keduanya penduduk Banten Girang yang pertama masuk Islam dan menjadi pengikut paling setia dari raja Islam yang pertama, Hasanudin.

Source http://www.teluklove.com/ http://www.teluklove.com/2017/04/destinasti-objek-wisata-sempu-banten.html
Comments
Loading...