Sejarah Sekolah Dewi Sartika Bandung

0 161

Lokasi Sekolah Dewi Sartika

Sekolah Dewi Sartika terletak di Jalan Keutamaan Istri No. 12, Kelurahan Balong Gede, Kecamatan Regol, Bandung, Jawa Barat.

Sejarah Sekolah Dewi Sartika

Sekolah Dewi Sartika semula bernama Sakola Istri yang didirikan oleh Raden Dewi Sartika pada 16 Januari 1904, bertempat di Paseban Kulon Pendopo Kabupaten Bandung. Sekolah Dewi Sartika ini merupakan sekolah pertama bagi gadis-gadis Indonesia. Pada waktu berdirinya sekolah itu hanya memiliki dua ruangan untuk belajar. Muridnya berjumlah dua puluh orang dengan tiga orang tenaga pengajar, yaitu Raden Dewi Sartika, Ibu Purma, dan Ibu Uwit.

Kurikulum yang diberikan di sekolah pimpinan Raden Dewi Sartika itu disesuaikan dengan kurikulum Sekolah Kelas Dua (Tweede Klasse Inlandsche School) milik pemerintah, tetapi ditambah dengan mata pelajaran ketrampilan yang sesuai dengan kodrat wanita, seperti memasak, mencuci, menyetrika, membatik, menjahit, menisik, merenda dan menyulam, yang ada hubungannya dengan kepentingan rumah tangga. Selain itu diajarkan pula pelajaran agama, kesehatan, bahasa Melayu dan bahasa Belanda. Pelajaran-pelajaran tersebut tidak hanya diberikan secara teori, tetapi diberikan juga dalam bentuk praktik.

Perkembangan Sakola Istri cukup pesat, pada tahun 1905 ruangan belajar di Paseban Kolon sudah tidak memadai lagi sebab jumlah muridnya meningkat. Oleh karena itu sekolah dipindahkan ke Jalan Ciguriang, yang bangunannya lebih luas dan gurunya pun ditambah pula. Untuk mengimbangi peningkatan jumlah murid, empat tahun kemudian yaitu pada tahun 1909 bangunan sekolah diperluas lagi sehingga menghadap ke Jalan Kebon Cau (sekarang Jalan Keutamaan Istri). Setelah dapat mengatasi segala tantangan yang ada, akhirnya pada tahun 1909 sekolah itu dapat mengeluarkan lulusan pertamanya dengan mendapat ijazah.

Pada tahun 1910 nama sekolah itu diganti menjadi Sakola Dewi sartika, dan pada tahun 1911 sekolah ini telah memiliki lima kelas. Selanjutnya Sekola Dewi Sartika menyebar ke pelbagai kota kabupaten, antara lain ke Garut, Tasikmalaya dan Purwakarta. Pada tahun 1914 nama sekolah itu diganti lagi menjadi Sakola Kautamaan Istri guna mendekati tujuan pendidikan di sekolah itu yakni menghasilkan wanita utama. Muridnya bertambah lagi ada yang datang dari luar Tata Sunda, setelah lulus mendirikan sekolah Keiutamaan Istri di kampung halamannya. Pada tahun 1920, tiap-tiap kabupaten di seluruh Tatar Sunda sudah mempunyai Sakola Keutamaan Istri.

Atas usul Ny. Hillen dan Ny. Tijdeman pada ulang tahun ke 25 Sekolah Keutamaan Istri, Pemerintah Hindia Belanda memberikan sumbangan sebuah sekolah baru yang mulai dipakai September 1929, sedangkan Raden Dewi Sartika dianugerahi tanda jasa “Bintang Perak”. Tahun 1940 Raden Dewi Sartika, mendapat tanda jasa kerajaan berupa Ridder in de Orde in de Orde van Nassau untuk pengabdiannya sebagai pendidik pertama anak-anak gadis.

Source Sejarah Sekolah Dewi Sartika Bandung Jawa Barat
Comments
Loading...