situsbudaya.id

Sejarah SDN Purworejo

0 73

Lokasi SDN Purworejo

SDN Purworejo terletak di Jl. Jendral Urip Sumoharjo No. 18 Purworejo atau 07° 42′ 52,8” Lintang Selatan dan 110° 00′ 37,8” Bujur Timur.

Sejarah SDN Purworejo

SDN Purworejo merupakan salah satu peninggalan masa kolonial yang ada di Purworejo, yang sampai saat ini masih difungsikan sebagai sekolah. Pendirian bangunan SDN Purworejo diperkirakan sejaman dengan Markas Korps Polisi Militer dan Markas Brigade Infantri 412 yang terletak di sebelah selatan gedung sekolah ini. Pembangunan SD Purworejo memang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak-anak tentara Belanda yang bertugas di Purworejo.

SDN Purworejo pada masa Belanda dulu bernama Gouvernement Europesche Lagere School, didirikan pada tahun 1848. Sekolah ini merupakan sekolah rendah yang diperuntukkan bagi anak-anak orang Eropa. Pada perkembangan selanjutnya, tahun 1852, sekolah ini diubah menjadi sekolah untuk anak-anak pribumi (Hollands Inlandsche School). Kurikulum yang diajarkan untuk anak-anak pribumi antara lain membaca dan menulis jawa, berhitung, ilmu bumi, dan ilmu ukur. Inlandsche School mengalami pasang surut seiring kebijakan pemerintah kolonial Belanda, yang dilanjutkan dengan perang kemerdekaan sehingga kemudian berganti nama menjadi Sekolah Rakyat Kontrolieren (baca: Kontroliran). Sekolah ini merupakan percontohan dan sekolah kendali mutu pada waktu itu.

Dalam perjalanannya, terkait animo masyarakat yang sangat tinggi untuk menyekolahkan anaknya, sekolah ini dipecah menjadi dua, yaitu SDN Kontroliran dan SDN Purworejo I. Sesuai dengan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah No. 421.2/035/I/57/85 SDN Kontroliran diganti namanya menjadi SDN Purworejo II. Kemudian sejak tahun pelajaran 2003/2004 dengan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo No. 188.4/5705/2003, SDN Purworejo I dan SDN Purworejo II digabung menjadi satu dengan nama SDN Purworejo.

Bangunan lama yang ada di SDN Purworejo terdiri dari bangunan induk (lima ruang kelas dan gudang), doorloop, kamar mandi/WC dan aula. Beberapa ciri kolonial yang masih tampak pada bangunan induk antara lain pada pintu, jendela, dan langit-langit yang cukup tinggi, serta lantai bangunan yang terbuat dari granit hitam. Sedangkan bangunan barunya terdiri dari ruang guru, ruang kelas pada sisi selatan, timur dan utara), perpustakaan, musholla, ruang ketrampilan, bimbingan dan penyuluhan, ruang UKS, rumah dinas penjaga sekolah, ruang gugus depan dan kamar mandi/WC baru.

Secara keseluruhan, bangunan di SDN Purworejo belum banyak mengalami perubahan, kecuali dengan berdirinya bangunan-bangunan baru sebagai pelengkap kebutuhan untuk keperluan pendidikan dan pengajaran.

Rencana perbaikan difokuskan pada bangunan induk dan aula terutama pada perkuatan konstruksi dan peningkatan penampilan bangunan. Berdasarkan hasil studi dapat disimpulkan bahwa komponen bangunan SDN Purworejo banyak yang masih terjaga keasliannya, salah satunya adalah lantai yang terbuat dari bahan granit hitam. Untuk itu perlu dijaga kelestariannya, dengan cara dilakukan tindakan konservasi pada komponen yang mengalami keausan maupun kerusakan, sehingga akan mencegah kerusakan lebih lanjut dan bukan dilakukan penggantian terhadap komponen-komponennya.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjateng/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjateng/sdn-purworejo/
Comments
Loading...