Sejarah SDN 05 Madiun Lor

0 225

SDN 05 Madiun Lor

Pendidikan menjadi kebutuhan dasar manusia. Tak heran, lembaga-lembaga pendidikan dibangun untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Beberapa di antaranya sudah ada sejak lama. Sudah berumur ratusan tahun kendati beberapa di antaranya telah berganti lama. Seperti SDN 05 Madiun Lor Kota Madiun ini. Lembaga pendidikan di Jalan Jawa ini merupakan salah satu yang tertua di kota pecel.

Bangunan memang sudah banyak penambahan karena menyesuaikan kebutuhan saat ini. Tetapi bangunan utama tetap masih seperti aslinya. Pihaknya memang getol mempertahankan keaslian bangunan lawas tersebut. Salah satunya dengan mengusulkan bangunan menjadi cagar budaya. Penelitian dan penelusuran dilakukan. Pihaknya sengaja menggandeng tim ahli Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan untuk menelusuri. Pun, peniliaian tim cagar budaya provinsi sudah dilakukan. Status cagar budaya tengah menunggu rekomendasi kini.

Dipilihnya SDN 05 Madiun Lor bukannya tanpa alasan. Instansi sekolah dengan nama lain Endrakila itu memiliki sejarah panjang. Menjadi salah satu sarana pendidikan di masa pemerintahan Hindia Belanda. Sekolah ini telah berdiri sejak 1920. Pemerintah kolonial kala itu membangun gedung tersebut di atas lahan seluas 4900 meter persegi. Sedang, luas bangunannya 1008 meter persegi.

Sekolah ini dulu digunakan untuk Holland Indlandsch School (HIS). HIS merupakan satuan pendidikan yang pertama kali dibuka di Hindia Belanda pada 1914 sebagai salah satu realisasi Politik Etis. Sekolah ini berada pada jenjang pendidikan dasar yang ditujukan bagi anak-anak golongan pribumi elit. Seperti bangsawan, tokoh terkemuka dan pegawai negeri. Lama pendidikannya tujuh tahun. Bahasa pengantarnya bahasa Belanda, berbeda dengan Inlandsche School yang berpengantar bahasa daerah.

Status sebagai HIS ini, lanjutnya, bertahan hingga akhir masa kolonial. Sekolah mengalami perubahan-perubahan nama selepas itu. Sekolah ini sempat digunakan sebagai sarana belajar mengajar bagi sekolah calon guru yang disebut SGB setelah kemerdekaan. SGB merupakan sistem pendidikan untuk guru yang digelar mulai 1947 yang dilanjutkan dengan Sekolah Guru Atas (SGA).

Sekolah berubah nama lagi menjadi sekolah rakyat (SR) Negeri Endrakila pada 1 Agustus 1960. Pada masa itu, sekolah-sekolah rakyat di Kota Madiun memang menggunakan nama-nama khas pewayangan. Dipilihnya nama Endrakila tak terlepas dari peran aktif siswa-siswanya dalam berbagai kegiatan terutama bidang seni, seperti gamelan, angklung, dan beberapa wayang kulit. SR Negeri Endrakila ditunjuk Kadin Wilayah Madiun Utara untuk bersiap sebagai SD Teladan pada 1969.

‘’Pada tanggal 17 – 26 Maret 1970, kepala sekolah menghadiri Up Grading Calon Pimpinan SD Teladan se-Jawa Timur di Surabaya,’’ jelasnya.

Perubahan status terus terjadi. Seperti pada 1977 SD Negeri Teladan berubah statusnya menjadi SD Endrakila I dan SD Endrakila II. SD Endrakila I dan II kembali diubah namanya menjadi SDN Madiun Lor 09 dan 12 tahun 1980. SD Endrakila I menjadi SDN Madiun Lor 09. Sedang, SD Endrakila II menjadi SDN Madiun Lor 12.

Ini berdasarkan Perda Kotamadya Madiun yang menyebut Sekolah Dasar wajib diberi nama sesuai letak desa. Nama kembali berubah lantaran adanya regrouping. SDN Madiun Lor 09 dan SDN Madiun Lor 12 berubah nama menjadi SDN 07 Madiun Lor dan SDN 09 Madiun Lor.

‘’Terakhir, kedua SD tersebut mengalami regrouping menjadi satu dan berubah menjadi SDN 05 Madiun Lor pada 11 Agustus 2006 hingga saat ini,’’ pungkasnya.

Source http://madiuntoday.id http://madiuntoday.id/2018/05/04/sdn-05-madiun-lor/
Comments
Loading...