Sejarah Rumah Sakit Katerina Kisaran

0 141

Rumah Sakit Katerina Kisaran

Rumah sakit Katarina yang kini bernama rumah sakit Ibu Kartini adalah salah satu dari puluhan bangunan bersejarah di Kabupaten Asahan yang menjadi saksi bangsa Belanda pernah menguasai wilayah ini.

Konon, bangunan ini telah ada sejak tahun 1920 – an. Nama Katarina diambil dari Catharina yakni dokter pertama yang bertugas di rumah sakit tersebut.

Sebelum adanya rumah sakit umum daerah (RSUD) Kisaran rumah sakit ini selalu dijadikan rujukan bagi pasien ‘kritis’ dari berbagai wilayah di Asahan.

Sebagai Rumah Sakit peninggalan Belanda, fasilitas dan peralatan medis Katarina ketika itu memang relatif memadai. Oleh karenanya tidak heran kalau kemudian menjadi salah satu rumah sakit rujukan ketika itu.

Sampai ketika di masa tahun 80 – an setiap kali orang yang ada yang menyebutkan keluarganya di rawat di rumah sakit ini terbayang cerita Salima dan Jarum Gantung. Namun seiring berjalannya waktu kisah itu sudah tak pernah terdengar lagi.

Kisah Salima dan Jarum Gantung adalah bagian dari perjalanan sejarah budaya bertutur yang berkembang dimasyarakat Asahan ketika itu.

Benar atau tidak, mitos Salima dan Jarum menjadi populer dan melekat dalam benak setiap orang ketika itu karena sangat berhubungan dengan pasien yang sakit keras dan sedang bertaruh nyawa. Keluarga pasien diminta banyak berdoa karena itu bisa berarti bahwa kondisi pasien sudah kritis dan sangat mungkin nyawanya tidak tertolong.

Dikutip dri berbagai sumber, ternyata kata Salima itu adalah kependekan dari “Bangsal Lima”, ruangan [kelas 3] khusus untuk merawat pasien-pasien kritis.

Adapun Jarum Gantung adalah kata lain dari botol infus yang digantung dan biasanya diletakkan di sebelah fasien.

Penamaan dari cara bertutur dari masyarakat kita yang sangat polos dan sederhana yang tidak ambil pusing dengan ketepatan artinya dalam tata bahasa.

Penggunaan istilah “Jarum Gantung” misalnya, begitu kita mendengarnya memang mengesankan sesuatu yang menakutkan dan memberikan perasaan mencekam. Walaupun ternyata itu hanyalah untuk menggambarkan botol infus yang digantung.

“Masyarakat kita (Asahan) suka memenggal kata dan menyebutkan sendiri penafsirannya. Daerah kita punya kekayaan bertutur hingga mitos Salima jarum gantung tadi begitu familiar untuk masyrakat saat itu,” kata salah seorang budayawan di Asahan.

Source http://kisaran.online http://kisaran.online/berita/2018/03/17/419/mitos-salima-dan-jarum-gantung-rumah-sakit-katarina-kisaran
Comments
Loading...