Sejarah Rumah lawas selatan Gereja Merah Kediri

0 41

Rumah lawas selatan Gereja Merah

Nama Soerachmad terkait dengan kelahiran Badan Keamanan Rakyat (BKR). Itu cikal bakal Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang kini jadi TNI.

Banyak yang penasaran dengan bangunan tua di selatan Gereja Merah dekat Taman Sekartaji. Milik siapa rumah di Jl KDP Slamet, Mojoroto itu dahulu?

Ternyata penghuninya dulu adalah Kolonel Soerachmad. Sosok yang dikenal sebagai tentara pejuang. Walaupun bukan pahlawan nasional seperti Mayjend Moestopo dari Kecamatan Ngadiluwih, namun perannya dalam angkatan bersenjata Indonesia sangat besar.

Pasalnya, Soerachmad terkait erat dengan kelahiran BKR yang menjadi cikal bakal TKR dan kini menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Peran Soerachmad cukup penting dalam perjuangan kemerdekaan, terutama di wilayah Kediri,” ungkap Achmad Zainal Fachris, pemerhati sejarah yang juga penggiat Komunitas Budayawan Eling Handarbeni Hangrungkepi Upaya Madya (Edhum) Kediri.

Dia menerangkan, peran Soerachmad banyak dijelaskan pada beberapa buku sejarah. Seperti dua buku karya Sujudi Soerachmad, anak pejuang ini. Judulnya, Soerachmad Profil Pejuang dan Soerachmad Penyusun Divisi I Brawijaya.

“Di buku karya Sundhaussen yang berjudul Politik Militer Indonesia 1945-1967 juga banyak menceritakan tentang Soerachmad,” ujar Fachris.

Menurutnya, Soerachmad telah tergabung dalam tentara Pembela Tanah Air (Peta) sejak penjajahan Jepang. Kala itu jabatannya sudah termasuk tinggi. Yaitu sebagai Daidancho (setingkat letkol, Red).

Beberapa pejuang lain yang terkenal, seperti Shodanco (setingkat letnan) Supriyadi dan Mayor Bismo (saat itu Chudancho atau setingkat kapten, Red) adalah anak buah Soerachmad di tentara Peta.

“Perannya sangat besar setelah kemerdekaan 17 Agustus 1945 dikumandangkan,” terang sejarawan lulusan Universitas Negeri Malang (UNM) ini.

Pada 22 Agustus 1945, lanjut Fachris, BKR Kediri pun digagas oleh Soerachmad. Dia mengumpulkan rekan sekaligus anak buahnya yang kebanyakan dari Peta Blitar. Berpusat di Kediri, BKR membawahi para pejuang se-Karisidenan Kediri. BKR ini membawahi lima batalyon yang dipimpin oleh chudancho-chudanco bekas Peta Blitar.

“Kelima batalyon BKR Kediri yang dipimpin Letkol Soerachmad adalah batalyon Blitar, Tulungagung, Kediri, Nganjuk, dan batalyon Sandhi Yuda (pasukan ini seperti Kopassus sekarang, Red),” papar Fachris.

Kelima batalyon dipimpin chudancho seperti batalyon Blitar dipimpin oleh Soehoet, Tulungagung Koeshadi, dan Kediri Danoeredjo. Lalu, batalyon Nganjuk dipimpin Singgih, dan batalyon Sandhi Yuda dipimpin oleh Bismo atau yang dikenal dengan Mayor Bismo yang monumennya ada di alun-alun Kota Kediri.

Hingga saat itulah Soerahmad yang kelahiran Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk tinggal di Kota Kediri. “Rumahnya (rumah dinasnya, Red) tepat yang sekarang menjadi rumah dinas Kapolres Kediri Kota di Jl KDP Slamet, Kota Kediri,” ungkap pria yang juga mengajar di MAN 2 Kota Kediri ini.

Sebelum ditempati Soerachmad, ketika masa Kolonial Belanda dahulu rumah tersebut merupakan rumah dinas asisten residen. Saat itu, dia menginisiasi terbentuk Divisi I Brawijaya di Kediri. Ini merupakan cikal bakal Kodam V Brawijaya. “Terbentuk pada 17 Desember 1948,” imbuhnya.

Mayjend Soengkono (saat itu masih Kolonel) menjadi pimpinan divisi tersebut. Ini setelah Soerachmad enggan diangkat menjadi pemimpin. Walaupun kala itu banyak yang menunjuknya karena lebih senior dibanding Soengkono.

Divisi I Brawijaya tersebut membawahi beberapa brigade dan batalyon. Di antaranya Brigade II atau Brigade S yang dikomandani Soerachmad sendiri. Wilayahnya Kediri dan sekitarnya.

“Saat perang gerilya Jendral Sudirman, Letkol Soerachmad juga banyak berperan. Seperti menjemput dari Trenggalek naik jeep hingga ikut menggelorakan gerilya di wilayahnya,” terang Fachris.

Mulai saat itulah Soerachmad mengabdikan diri di Kediri. Hingga pensiun, dia masih memilih tinggal di rumah berarsitektur Belanda di Jl KDP Slamet. Letaknya tepat di utara rumah dinasnya dahulu.

Namun kini rumah tersebut telah dijual dan menjadi Rumah Makan Garang Asem. “Rumah lawas selatan Gereja Merah itu dulu adalah rumah Soerachmad setelah pensiun tentara,” tutur Fachris.

Source https://radarkediri.jawapos.com https://radarkediri.jawapos.com/read/2017/08/21/8796/tergabung-dalam-peta-rintis-bkr-di-kediri
Comments
Loading...