situsbudaya.id

Sejarah Rumah KRT. Purbodiningrat Yogyakarta

0 11

Sejarah Rumah KRT. Purbodiningrat

Bersamaan dengan peristiwa Agresi Militer Belanda I, Bung Karno mengajak keluarganya dari Istana Kepresidenan mengungsi ke Patangpuluhan. Rumah KRT. Purbodiningrat ini digunakan sebagai tempat persembunyian Bung Karno dari kejaran militer Belanda. Rumah ini sekaligus dipergunakan sebagai istana darurat Presiden Soekarno. Menurut pengakuan Ibu Siti Ismusilah (putri Prof. Ir. Purbodiningrat), waktu itu yang tinggal dirumahnya adalah Presiden Soekarno beserta istri, Fatmawati dan 2 orang anaknya Guntur Soekarno Putra serta Megawati Soekarno Putri. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Fatmawati Sukarno dalam buku Fatmawati : Catatan Kecil Bersama Bung Karno, yang isinya: “Suatu hari pada jam 6 pagi tepat di atas Gedung Kepresidenan Yogyakarta berputar-putarlah sebuah kapal terbang musuh.

Maka segera Bapak, aku dan anak-anak serta beberapa orang ke luar gedung dan masuk mobil. Mobil bergerak menuju ke Patangpuluhan tempat kediaman seorang Insinyur kenalan kami. Kami beberapa hari menginap di Rumah ini untuk menjaga segala kemungkinan yang akan terjadi. Baru beberapa hari kami tinggal disini, pihak musuh seakan-akan sudah mengetahui. Dugaanku hal ini disebabkan oleh karena laporan kaki tangan-kaki tangannya di Yogya, dikarenakan kapal terbang sering berputar-putar di atas rumah di mana kami tinggal. Dalam keadaan begitu Guntur kugendong bersembunyi dibawah Wastafel, dengan bertiarap. Untuk menjaga keselamatan keluarga Presiden, atas keputusan Sidang kabinet, kami pindah tempat lagi ke Kandangan di sebuah rumah milik onderneming kopi di Madiun”.

Gerakan ofensif Belanda dalam operasi ini tidak sampai menduduki ibu kota Republik Indonesia, Yogyakarta. Tentara Belanda terhenti 140 kilometer di sebelah baratnya, yaitu di Gombong. Pada tanggal 4 Agustus 1947 Dewan Keamanan PBB menyerukan kepada Republik Indonesia dan Belanda untuk melakukan penghentian tembak menembak (cease fire). Selanjutnya PBB membentuk Komisi PBB yang terdiri atas tiga negara: satu dipilih oleh Indonesia, satu oleh Belanda dan yang satu lagi dipilih bersama. Komisi Tiga Negara (KTN) ini terdiri atas Amerika Serikat, Australia, dan Belgia. Komisi ini mengambil tindakan menghentikan penyerangan militer di dunia dan memaksa tentara Belanda agar menghentikan serangannya.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbyogyakarta/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbyogyakarta/sejarah-rumah-krt-purbodiningrat/
Comments
Loading...