Sejarah Rumah Jabatan Eks Bakorwil Purwokerto

0 180

Rumah Jabatan Eks Bakorwil

Apabila sedang berjalan-jalan di Purwokerto, tepatnya ketika melintansi Jl. Gatot Subroto, dibundaran Tugu Pancasila, depan Bank Indonesia, maka akan melihat bangunan tua, dengan artitekstur masa lampau, yang dikenal oleh masyarakat sekitar rumah resident Banyumas, hal tersebut beralasan karena Rumah tersebut pada awalnya merupakan tempat tinggal resident Banyumas, dirancang oleh Ir Breuning, Hubert Albert.

Rumah bertingkat dua terletak di lahan yang luas, dengan lantai dasar terdiri ruang tamu besar, ruang makan, dapur, beberapa kamar dan lemari setengah bundar di belakang. gedung tersebut dirancang dengan dua pintu utama untuk masuk ruangan, pertama melalui ruang berkanopi yang dapat dilalui mobil yang berguna untuk para tamu drop on/ drop off, dan cara kedua adalah melalui pintu depan, sehingga tamu dapat langsung masuk aula, sedangkan ruang utama dan teras dipisahkan pintu kaca yang dapat dibuka sepenuhnya saat upacara atau pesta diadakan

Bangunan tersebut memiliki layout yang bagus dan penampilan yang ramping dengan ornamen kecil. Semua elemen di dalam bangunan tersebut fungsional namun tidak mengorbankan nilai estetika, Dengan demikian Breuning merawat bahwa atapnya memiliki lapisan dan ketinggian yang berbeda, tempat awning di atas jendela dan jendela bundar memberi aksen pada bangunan, Seperti karya-karya Breuning lainnya, dia menggunakan kalisthen untuk papan skirting. Dan sebelah kiri ada bangunan terpisah dengan satu atap pelana panjang tempat garasi berada, serta di bagian bawah terdapat ruang tunggu dan salah satu cirik has Bangunan tersebut ialah menonjolkan atap high point. (Breuning, 2017 )

dari sisi sejarah, Pembangunan rumah resident tersebut erat kaitanya dengan perpindahan kantor karesidenan dari Banyumas Ke Purwokerto pada tahun 1937, namun dalam realitanya pembangunannya relatif kurang mulus, sehingga target awal selesai pada tahun 1937 mundur hingga 1938, sebagaimana tertuang dari surat Van Huls residen Banyumas pada saat itu kepada Gubernur Jawa Tengah,Melalui surat dengan nomor 3846/15 tanggal 31 Maret 1937 residen menyampaikan laporan dan pandangannya terkait keterlambatan penyelesaian pembangunan kantor residen di Purwokerto.

Dalam surat tersebut van Huls menyampaikan bahwa pada tanggal 27 Maret 1937 Ir. W. Lemei Jr. selaku penanggung pembangunan kantor residen bahwa pembangunan kantor residen yang di Purwokerto tidak akan bisa diselesaikan tepat waktu, Salah satu faktor yang menyebabkan keterlambatan pembangunan gedung residen yang baru adalah karena sesuai dengan rencana bahwa lantai-lantai yang akan digunakan untuk kantor residen yang baru merupakan lantai-lantai marmer yang ada di kantor karesidenan di Banyumas. Pembongkaran dan pemindahan lantai-lantai marmer tersebut menjadi sebuah kendala. Sebelum pembongkaran lantai-lantai marmer tersebut dilakukan, maka seharusnya residen telah mempunyai kantor dan tempat tinggal sementara yang layak,

kemudian Gubernur Jawa Tengah menyampaikan tanggapan melalui surat nomor 9412/328 tanggal 4 Juni 1937 yang berisi bahwa pembangunan kantor residen yang baru di Purwokerto baru bisa diselesaikan secepatnya pada bulan Mei tahun 1938. Kemudian berkaitan dengan kendala terhadap pembongkaran lantai marmer di kantor Karesidenan Banyumas, Gubernur memberikan solusi bahwa rencananya setelah lantai-lantai marmer tersebut dibongkar, segera akan diganti dengan lantai tegel, sehingga meskipun kantor karesidenan tersebut tidak seperti kondisi normal, tetapi masih layak untuk dijadikan sebuah kantor dan tempat tinggal residen ( wahyudi, 2014 : 84-87)

seriring berjalanya waktu, rumah ini selain ditempati resident Banyumas pada masa kolonial, dan juga Syucokan di masa Jepang, serta pembantu Gubernur setelah masa kemerdekaan hingga terakhir kepala Bakorwil,

dan bahkan Ir Soekarno, President pertama republik Indonesia menginap di rumah jabatan tersebut semasa kunjungan kerja ke Purwokerto dan Banyumas pada masanya.

Source https://upadwilbanyumas.wordpress.com https://upadwilbanyumas.wordpress.com/2017/05/27/sejarah-rumjab-eks-bakorwil/
Comments
Loading...