Sejarah Rumah HOS Tjokroaminoto Peneleh

0 126

Sejarah Rumah HOS Tjokroaminoto Peneleh

Rumah yang diperkirakan dibangun pada tahun 1987 ini sampai saat ini masih terjaga dengan baik. Meskipun telah ada beberapa renovasi dan perubahan, secara keseluruhan bangunan tetap sama seperti ketika ditinggali oleh Tjokroaminoto. Hanya saja, barang-barang yang ada di sana hanya merupakan replika karena yang asli sebagian besar telah dibawa oleh ahli warisnya.

Rumah tersebut terletak di gang Jalan Peneleh 7, yang tepatnya berada di seberang Jembatan Peneleh. Dari luar, kita bisa melihat warna hijau yang mendominasi bagian pagar. Pagar ini terbuat dari kayu dan dilengkapi dengan dua daun pintu. Pada bagian tiang di kiri kanan pintu pagar, masing-masing terdapat tulisan 29 dan 31, yang menunjukkan bahwa rumah ini menempati nomor 29-31.

Melewati pagar tersebut, kita akan sampai di teras yang tak cukup lebar. Baru dari situlah, kita akan dihadapkan dengan pintu yang berwarna paduan antara hijau dan kuning. Jendela dengan warna senada terdapat di kiri dan kanan pintu. Ketika mengeksplorasi rumah ini, kalian akan menemukan bahwa daun pintu di keseluruhan ruangan rumah tersebut memiliki warna senada dengan daun-daun pintu yang kalian temui di bagian depan rumah.

Begitu memasuki ruang tamu, yang terasa adalah kesederhanaan yang sangat kental. Lantai rumah itu terbuat dari ubin-ubin kecil berwarna putih dan merah. Warnanya kusam karena termakan usia dan mungkin juga jarang dibersihakan. Secara keseluruhan, rumah ini memiliki cat berwarna putih dan bagian plafonnya terbuat dari anyaman bambu.

Di bagian kanan pintu terdapat meja kayu-marmer dengan empat kursi kayu yang mengelilinginya. Ruangan ini sepertinya adalah ruang tamu. Pada dindingnya, kalian akan menemukan foto-foto Tjokroaminoto semasa hidupnya. Foto-foto beliau juga bisa ditemukan di beberapa dinding dalam rumah tersebut. Di bagian atapnya tampak menjulur lampu yang berkesan jadul, yang juga akan kalian dapati di beberapa titik atap dari rumah tersebut. Di bagian kiri ruangan tersebut, tampak 3 bufet kecil dengan beberapa foto di dindingnya.

Dari ruang tamu, kita akan disambut dengan pintu yang menghubungkan ke ruang kedua. Di ruang kedua inilah kita akan menemukan beberapa pintu kamar. Total, ada dua kamar di rumah kecil ini, yang salah satunya adalah kamar Tjokroaminoto. Satu kamar berada tepat di belakang ruang tamu, sementara lainnya berada di bagian kiri. Di salah satu kamar tersebut, terdapat sebuah meja rias kuno dari kayu dan di atasnya terdapat tulisan PSII dalam sebuah bingkai. Di kamar lainnya, kalian bisa menemukan perkakas sederhana seperti bufet dan lemari.

Menuju ke ruangan paling belakang, kalian akan menemukan sebuah tangga. Tangga inilah yang akan membawa kalian ke suatu loteng yang merupakan salah satu tempat paling menarik di rumah ini. Di sinilah, Soekarno dulu sempat mengekos. Ya, memang rumah Peneleh ini selain ditinggali oleh Tjokroaminoto, juga dijadikan sebagai rumah kos. Soekarno sendiri bisa kos di sini karena dititipkan oleh sang ayah, Soekemi, yang merupakan teman dari Tjokroaminoto. Soekarno harus mengekos karena saat itu dia harus bersekolah di HBS yang beralamat di Jl. Kebonrojo, yang sekarang telah berubah menjadi Kantor Pos Kebonrojo. Selain Soekarno, anak-anak kos lainnya yang pernah tinggal di sini adalah Semaoen, Alimin, Musso, dan Kartosoewirjo. Karena mengekos di rumah inilah, Soekarno muda sering mendengarkan rapat-rapat yang dihadiri oleh banyak tokoh penting yang berperan dalam kemerdekaan Indonesia. Soekarno bahkan sering menirukan pidato Tjokroaminoto, dan ditertawakan oleh teman-teman kos lainnya.

Oleh keluarga Tjokroaminoto, rumah ini kini telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk dipelihara bagi kepentingan nasional. Rumah Peneleh ini pun telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan SK Walikota Surabaya No 188.45/251/402/1996 No Urut 55 Tahun 2009.

Source http://inilahsurabaya.blogspot.com http://inilahsurabaya.blogspot.com/2016/11/rumah-hos-tjokroaminoto-peneleh.html
Comments
Loading...