Sejarah RS Syuhada Haji Blitar

0 166

RS Syuhada Haji Blitar

Kalau RS Haji di Jakarta dibangun untuk mengenang jamaah haji yang jadi korban ‘Traged Mina’ (1990), RS Syuhada Haji di Blitar dibangun untuk mengenang jamaah haji yang meninggal akibat musibah yang lain lagi, dan yang sudah terjadi jauh lebih lama lagi: 1974. Yakni, tragedi jatuhnya pesawat Martin Air (Belanda), yang disewa untuk mengangkut jemaah haji Indonesia ke tanah suci. Pesawat itu jatuh di Srilangka karena menabrak gunung. Dari 182 penumpangnya, 111 di antaranya adalah jemaah haji asal Blitar.

Berada di seberang SMKN 2 Blitar, RS Syuhada Haji menempati lahan yang memanjang belakang. Meski begitu, rumah sakit ini terlihat tampil bersahaja. Dari depan, yang terlihat hanyalah pintu gerbang yang lebarnya sekitar sepertiga dari lebar lahan, yang berada di pinggir sebelah barat. Bagian depan yang dua pertiga lagi dipagari oleh rumah dan toko milik pihak lain.

Ketika diresmikan pada 1979, RS Syuhada Haji hanyalah balai pengobatan biasa. Seiring perjalanan waktu, sang pengelola, Yayasan Monumen Syuhada Haji, yang dibentuk perkumpulan keluarga korban tragedi Srilangka, meningkatkan status balai pengobatan itu menjadi rumah sakit swasta. Sarana Instalasi Gawat Darurat (IGD)-nya, mulai dikembangkan pada 2007, yang rancangannya dibuat oleh Suncons (PT Surya Unggul Nusa Cons).

Sebelum membangun RS, Yayasan Monumen Syuhada Haji, pada 1975, sudah terlebih dahulu membangun ‘monumen’ lain untuk mengenang para korban. Monumen itu tak lain sebuah masjid, yang dinamai Masjid Syuhada, yang berada di Jalan Pahlawan, Blitar.

Dua tahun silam pernah terbetik kabar kalau RS Syuhada Haji masih kekurangan lahan untuk parkir dan untuk bangunan gudang. Walhasil, RS ini memanfaatkan halaman dan gedung SMA Wahid Hasyim yang kebetulan berdekatan dengan rumah sakit. Bisa begitu konon karena sekolah swasta itu sudah tidak aktif lagi.

Source https://indoplaces.co https://indoplaces.com/mod.php?mod=indonesia&op=view_region®id=3728
Comments
Loading...