Sejarah Rangkasbitung Banten

0 357

Sejarah Rangkasbitung

Rangkasbitung adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Indonesia. Kantor Kecamatan Rangkasbitung terletak di Jalan Sunan Kalijaga, sekitar 1 km dari terminal kota menuju arah Jakarta atau Bogor. Rangkasbitung juga merupakan ibu kota dari Kabupaten Lebak.

Rangkasbitung merupakan kota kecamatan yang sudah ada semenjak zaman penjajahan Belanda, pada masa itu Rangkasbitung menjadi kota satelit yang cukup maju. Tata letak kota menganut pada sistem kerajaan, di mana alun-alun, masjid dan pendopo menjadi pusat kota.

Sejarah Rangkasbitung ada dalam beberapa literatur internasional, hal ini dikarenakan seorang asisten residen bernama Eduard Douwes Dekker menulis sebuah buku berjudul Max Havelaar. saat menerbitkan Max Havelaar ia menggunakan nama samaran Multatuli. Nama ini berasal dari bahasa Latin dan berarti “‘Aku sudah menderita cukup banyak'” atau “‘Aku sudah banyak menderita'”. Di sini, kata “aku” merujuk pada Eduard Douwes Dekker sendiri atau rakyat yang terjajah. Nama Multatuli pun menjadi sebuah jalan protokoler dekat alun-alun.

Sayangnya saat ini rumah multatuli yang seharusnya menjadi cagar budaya yang dijaga, tidak diperhatikan oleh pemerintah setempat.

Source https://id.wikipedia.org/wiki/ https://id.wikipedia.org/wiki/Rangkasbitung,_Lebak
Comments
Loading...