Sejarah Pusat Pendidikan Zeni

0 12

Pusat Pendidikan Zeni

“Zeni” sendiri berasal dari bahasa Belanda Genie yang berarti pandai/banyak akalnya. Pada awal berdirinya Kesatuan Zeni kataGenie masih dipergunakan, namun seiring dengan perubahan Ejaan yang disempurnakan kata Genie di-Indonesiakan menjadi “Zeni”. Kesatuan ini merupakan kesatuan standar militer di seluruh dunia karena perannya dalam pertempuran sejak zaman purba, karena pada intinya fungsi bantuan tempur Zeni adalah bersifat improvisasi, insidentil, dan menggunakan standar teknik yang khusus dikualifikasikan pada Satuan Zeni. Zeni Tempur sendiri secara umum baik di luar negri maupun di Indonesia mempunyai fungsi sebagai pasukan Bantuan Tempur terhadap Pasukan Manuver (infanteri) berupa Bantuan Tempur Zeni (Banpurzi) dan Bantuan Administrasi Zeni (Banminzi).

Banpurzi diaplikasikan pada segala pekerjaan yang bersifat membantu gerak maju pasukan manuver, dan aksi menghambat gerak maju pasukan lawan, sedangkan Banminzi adalah segala upaya kegiatan dan pekerjaan yang dilakukan oleh prajurit Zeni di medan Tempur dalam rangka membantu pasukan manuver agar tetap dapat bertahan di luar perbekalan, peralatan, serta komunikasi, karena ketiga masalah ini menjadi tanggung jawab satuan korps perbekalan, korps peralatan, dan korps komunikasi. Bantuan Administrasi Zeni hanya bersifat kebutuhan yang bersifat taktis dan teknis di medan tempur. 9 tugas Pokok Zeni AD terdiri dari:Kontruksi, Destruksi, Rintangan, Samaran, Penyeberangan, penyelidikan, Perkubuan, Penjinakan bahan peledak (Jihandak), serta Nuklir-Biologi-Kimia (Nubika) pasif.

Awal Terbentuknya Pusdikzi, upaya untuk menyelenggarakan pendidikan Zeni TNI AD sudah dimulai sejak tahun 1945 dengan mencoba membuka Sekolah Genie di Batujajar, dan berikutnya pada tanggal 23 Pebruari 1946 berhasi l dibuka Sekolah Genie di Batujajar, dan di Sala dengan sukses. Sekolah dasar Genie kemudian disempurnakan menjadi Depot Pendidikan Genie. Realisasi pembukaan kembali Sekolah Genie ini disesuaikan waktunya dengan serah terima Depot Genie Troepen dari Pihak Belanda (KNIL) kepada TNI AD yang berlangsung pada tanggal 15 April 1950. Selanjutnya tanggal peristiwa tersebut dijadikan ‘ Hari Jadi Pusdikzi Kodiklat TNI AD yaitu : berdasarkan Surat keputusan Kasad No. 263 / KSAD / KPTS /1954 Tanggal 27 September1954, sedangkan tempat pendidikan Zeni selanjutnya dinamakan Depot Pasukan Genie dibawah Pimpinan Mayor Suratin Purwowikarto. Guna dapat menggerakkan kegiatan pendidikan sesuai kebutuhan organisasi, maka pada tanggal 10 s/d 14 Oktober 1951 telah diputuskan dalam pendidikan yang perlu diselenggarakan adalah :

1). Pendidikan Prajurit (Tamtama).

2). Pendidikan Bintara.

3). Pendidikan Perwira.

4). Pendidikan ulangan Perwira.

Asal mula bangunan gedung Pusdikzi Kodiklat TNI AD merupakan warisan penjajah Belanda yang terdiri dari gedung – gedung bergaya arsitektur barat/eropa. Di bangun pemerintah belanda sekitar tahun 1745 dan saat ini diperkirakan berumur lebih dari 2,5 abad. Maksud pemerintah (sekarang Istana Bogor) gedung tersebut dipakai oleh pemerintah belanda sampai tahun 1942 dan setelah jepang menyerah kepada sekutu sekitar tahun 1945 bangunan gedung ini diambil alih oleh Depot Genie Troepen (KNIL). Nilai sejarah gedung Pusdikzi Bogor ini merupakan saksi bisu sejarah? perjuangan dan pendidikan putra – putra terbaik bangsa, ketika datang pendudukan jepang di Indonesia gedung ini diambil oleh jepang dan digunakan sebagai tempat pendidikan prajurit-prajurit PETA (Pembela Tanah Air).

Source http://tourismstp.blogspot.com http://tourismstp.blogspot.com/2016/11/pusat-pendidikan-zeni-pusdikzi_9.html
Comments
Loading...