Sejarah Pondok Pesantren Syarifatul ‘Ulum Ngawi

0 25

Pondok Pesantren Syarifatul ‘Ulum

Pada awalnya KH. Moh. Syarif memiliki misi untuk menyebarkan agama Islam melalui dakwah ke beberapa daerah di Kabupaten Ngawi seperti Berjing, Ngompak, Tempurejo dan Katerban yang pada waktu itu belum adanya akses pendidikan Islam yang begitu kompeten bagi masyarakat setempat, dengan kata lain agama Islam masih bersifat awam pada daerah-daerah tersebut. Dari daerah-daerah tersebut KH. Moh. Syarif mendirikan Mushola dan pondok pesantren sebagai tempat meyebarkan agama Islam yang masing-masing dari tiap daerah tersebut berasal dari tanah wakaf seluas 3 hektar.

Misi dakwah yang dilakukan oleh KH. Moh. Syarif itu mendapat bantuan dari beberapa anaknya yang kemudian anak-anak tersebut menetap di beberapa daerah tersebut untuk lebih mengembangkan misi dakwah Islamnya, dan tentunya masih ada kontrol langsung dari KH. Moh. Syarif. Katerban merupakan daerah yang menjadi tempat labuhan terakhir KH. Moh. Syarif meski beliau tetap aktif dalam melakukan kontrol terhadap daerah-daerah yang telah ditempati anak-anaknya dalam mengembangkan misi dakwah Islam itu.

Pada saat pertama berdirinya pondok pesantren Syarifatul Ulum belum memiliki nama resmi, hanya memakai nama pondok pesantren Katerban karena lokasinya berada di daerah tersebut, menurut keterangan Kyai Anies ada beberapa versi mengenai tahun berdirinya pondok pesantren Syarifatul Ulum yaitu tahun 1915 atau 1916, namun kata beliau kemungkinan tahun yang benar adalah tahun 1916. Meskipun pondok pesantren Syarifatul Ulum berdiri pada tahun tersebut, namun masih belum memiliki keterangan resmi dari pemerintah karena pondok pesantren ini berdiri saat Negara Indonesia masih di jajah oleh Belanda yang selanjutnya di jajah oleh Jepang. Baru beberapa tahun terakhir ini pondok pesantren Syarifatul Ulum mendapatkan legalitats dari pemerintahan daerah.

Source http://www.laduni.id http://www.laduni.id/post/read/32530/pesantren-syarifatul-ulum-ngawi.html
Comments
Loading...