Sejarah Pondok Pesantren Biharu Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah Malang

0 49

Pondok Pesantren Biharu Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah

Pondok Pesantren Salafiyah Biharu Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah berada di Jalan Wahid Hasyim Gang Anggur RT 27 RW 06 Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Akses menuju lokasi pesantren sangatlah mudah untuk dijangkau dan dapat ditempuh dengan kendaraan umum. Bangunan Ponpes ini mirip istana dengan campuran arsitektur Arab, Cina, dan Jawa dengan dihiasi ornamen kaligrafi berwarna biru. Di kompleks tersebut, setiap pengunjung dapat memasuki area ponpes seluas lima hektare tanpa dipungut biaya. Namun, pengelola tetap mendata pengunjung di ruang informasi.

Sebagian masyarakat menyebutnya sebagai Masjid Tiban, kata ‘tiban’ diambil dari Bahasa Jawa yang berarti tiba-tiba ada. Pasalnya, bangunan megah dengan arsitektur kaligrafi khas Timur Tengah itu dipercaya masyarakat tiba-tiba muncul dengan sendirinya. Mungkin karena cerita ini yang membuat daya tarik dari masjid ini. Sehingga tidak heran menjadi pusat perhatian dan banyak orang yang datang untuk berwisata sambil mencari kebenaran dari asal-usul cerita masjid ini.

Tetapi kurang tepat apabila bangunan megah tersebut disebut masjid, karena bangunan 11 lantai itu masih satu kompleks dengan ponpes. Namun di dalam kompleks ponpes tersebut terdapat musala yang biasa digunakan pengunjung untuk beribadah. Sementara letak masjid sendiri berada di sisi bangunan megah, namun masih dalam kawasan ponpes. Ponpes ini mulai dibangun tahun 1978 oleh alm. KH Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam atau yang biasa dipanggil Romo Kyai Ahmad.

Keunikan bangunan pondok pesantren ini tergambarkan mulai dari pintu gerbangnya. Seluruh dinding yang diselimuti berbagai ornamen berwarna biru menjadi ciri khas bangunan ini. Di pintu gerbang utara, pengunjung akan melihat dua bangunan mirip guci yang sangat besar dan tinggi berwarna oren dan biru. Keduanya dipakai untuk pos. Di sisi kanan terletak sebuah taman yang dikelilingi pagar seperti taman bergaya India.

Pembangunan kompleks Ponpes dilakukan bertahap oleh santri malalui arahan pengasuh ponpes sejak 1991. Sementara ornamen, bentuk ruangan, maupun model ruangan unik yang menghiasi setiap sudut bangunan dibuat bukan berasal dari gambar desain, namun dari hasil istikharah pendiri pondok. Hasilnya, selama proses pembangunan puluhan tahun terbentuklah ornamen kaligrafi khas Timur Tengah. Proses pembangunannya juga dilakukan secara ramah lingkungan. Bahkan ada salah satu bagian dari masjid tersebut yang sengaja dibuat dengan posisi menghindari sebuah pohon kelapa. Hal ini disengaja agar tetap menjaga pohon tersebut tetap hidup dan tidak harus ditebang. Hingga kini pembangunannya masih terus berjalan di areal seluas 5 hektar.

Source http://ngalam.id http://ngalam.id/read/3449/pondok-pesantren-biharu-bahri-asali-fadlaailir-rahmah/
Comments
Loading...