Sejarah Pondok Pesantren Al-Azhaar Lubuklinggau

0 80

Sejarah Pondok Pesantren Al-Azhaar Lubuklinggau

Sejarah singkat berdirinya Pondok Modern Darul Ishlah diawali oleh kehadiran seorang perantau berasal dari Madura bernama K.mansoeri Adam. Pada tahun 1994. Kondisi kehidupan bberagama yang sangat memprihatinkan menggerakan hati beliau untuk berbuat sesuatu sebagai langkah prefentif terhadap jurang kehancuranyang lebih dalam. Fenomena memprihatnkan yang dimaksud adanya kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup beragama, bahkan hasil survey adanya penelitian dietiap kunjunngan dakwah 60% masyarakat Musi Rawas belum bias membaca Al Quran dan belum bias melaksanakan solat dengan baik, terutama penduduk asli (bukan pendatag)

Dari sinilah muncul inisiatif membuka lembaga pendidikan agama berbentuk pesantren dengan manfaat gedung Sekolah SMA Pelita yang bangkrut. Pada bulan Februari 1995, K.Mansoeri Adam mulai menghuni kompleks SMA Pelita yang teah dipercayakan kepadanya untuk dikelola. Dan pada saat yang sama beliau membuka lembaga pendidikan Al-Qur’an TK/TPA dan sekolah Diniyah untuk memberikan kesempatan kepada anak anak sekolah SD atau SMP belajar membaca Al-Qur’an dan Ilmu Fiqih, Pelaksanaan pendidikan dilaksanakan sore hari dari jam 14.00 WIB sampai jam 17.00.WIB, karena mayoritas santri sekolah SD dan SMP pada pagi hari.

Hal ini teerus berlangsung sampai diresmikan oleh Direktur BKPRMI kabupaten Musi Rawas, Dra Nyaayu masnun Arif pada tanggal 24 April 1995 selanjutnya bulan juli tahun 1995 dibuka Pondok pesantren dengan jumlah santri yang terdaftar pertama sebanyak 12 orang dari jumlah santri tersebut hanya 7 orang yang bertahan sampai akhir tahun. Bagi K.mansoeri Adam jumlah yang sedikit itu tak menjadi halangan untuk mengemban amanah, mencetak mundzirul qoum yang mutafaqqih fiddin serta menguasai dua bahasa dunia ( Bahasa Arab dan Bahasa Inggris). Justru itu memacu semangat beliau untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa dengan segala keterbatasan ekonomi dan sarana beliau mampu mencetak mereka menjadi kader da’ie yang nantinya siap terjun kemasyarakat.

Alhamdulillah berkat partisipasinya dan dukungan masyarakat sekitar, baik berupa materil mauoun spiritual beliau dapat bertahan hidup dari waktu kewaktu. Dukungan yang sangat beliau rasakan oleh beliau ialah dukungan masyarakat kampug Pelita jaya yang mana mereka dengan sukarela menjadi donator bulanan dengan jumlah sumbangan yang tidak ditetapkan dengan tertatih taih dan merintih beliau terus lalui jalanan beliau berliku nan penuh onak dan duri, berakal niat tulus, rasa percaya diri dan jihad dijalan ilahi robby, bahkan selama beberapa bulan beliau sempat mencari nafkah dengan ikut menyadap karet. Sungguh sebuah pengalaman yang tak mungkin terlupan.

Source http://profilponpesalazhaar.blogspot.com http://profilponpesalazhaar.blogspot.com/2016/10/sejarah-pondok-pesantren-al-azhaar.html
Comments
Loading...