Sejarah Petilasan Mahapatih Gajah Mada

0 295

Petilasan Mahapatih Gajah Mada

“Lambang Kuning” adalah nama sebuah desa yang terletak di Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk. Nama “Lambang Kuning” sendiri diambil dari nama seorang putri. Di desa Lambang Kuning terdapat sebuah peninggalan bersejarah yaitu Petilasan Mahapatih Gajah Mada.

Konon menurut sejarah, nama besar Mahapatih Gajah Mada yang terkenal sebagai Mahaptih kerajaan Majapahit dengan rajanya Hayam Wuruk itu tidak diketahui asal-usulnya dengan jelas sehingga banyak daerah di Indonesia mengaku sebagai tanah kelahiran tokoh besar itu diantarannya adalah masyarakat Bali. Memang banyak masyarakat Bali yang mengaku mempunyai darah keturunan dari kerajaan Majapahit.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya kitab-kitab tua di Bali yang menceritakan bagaimana Mahapatih Gajah Mada di Bali. Adapun tokoh agama di Bali yang sudah mengunjungi dan meneliti situs Lambang Kuning itu adalah Hyang Surya Wilwatikta (Ketua Puri Surya Majapahit). Hyang Surya Wilwatikta yang oleh warga sekitar dipanggil Eyang Suryo ini sering berkunjung untuk berziarah.

Beliau lalu menceritakan tentang hubungan situs Lambang Kuning, Gajah Mada, dan istri selirnya yang dimakamkan disitu yakni Putri Cina Roro Kuning yang disebut Randa Kuning maka desa ini disebut Lambang Kuning. Itulah sebabnya tempat itu disebut sebagai Petilasan Gajah Mada karena Gajah Mada pernah tinggal disana. Setelah Gajah Mada pergi ke Bali, lalu menikah dengan Ni Luh Sukarini Putri Raja Bali Age.

Setelah ditinggal beberapa lama, Roro Kuning menyusul ke Bali. Disana dia menemui kenyataan bahwa Gajah Mada sudah menikah lagi. Akhirnya Roro Kuning kembali ke Jawa dan memilih tinggal di Lambang Kuning. Namun Roro Kuning tetap setia tinggal di tempat itu, sampai akhir hayatnya kemudian dimakamkan di Lambang Kuning.

Source https://nganjukkabmuseumjatim.wordpress.com https://nganjukkabmuseumjatim.wordpress.com/2014/08/25/petilasan-mahapatih-gajah-mada/
Comments
Loading...