Sejarah Pesantren Miftahul Ulum Lirap Kebumen

0 176

Pesantren Miftahul Ulum Lirap Kebumen

Dalam sejarahnya, pondok pesantren Lirap didirikan oleh seorang ulama besar bernama KH. Ibrahim. Nama mbah KH. Ibrahim merupakan sosok pribadi yang alim dan tawadlu, ia berasal dari Maesan Brosot Kulon Progo. KH. Ibrahim lahir saat perang Diponegoro antara tahun 1825-1830. Kehadiran beliau ke daerah kebumen setelah sebelumnya merantau di Mekkah untuk belajar mencari ilmu agama.

Waktu yang beliau habiskan untuk tolabul ilmi (mencari ilmu) disana termasuk cukup lama. Sekian tahun dari umurnya dipergunakan untuk menghilangkan dahaga ilmu yang dirasakan, tercatat tidak kurang dari 37 tahun beliau bermukim di kota suci kelahiran Nabi Muhammad saw tersebut. APSN Miftahul Ulum Lirap ini lebih populer dengan sebutan Pondok Lirap. Lembaga pendidikan Islam yang satu ini dikenal dengan spesifikasi pengajaran ilmu nahwu-shorof (gramatika bahasa Arab).

Pesantren Lirap sebagaimana dikenal, sebenarnya memiliki nama khusus tersendiri yakni Pondok Pesantren Miftahul Ulum, yang berarti kuncinya ilmu atau pembuka ilmu. Nama tersebut dimaklumi karena di pesantren ini secara khusus dan dominan diajarkan tentang tata bahasa Arab (Nahwu dan Shorof). Maka Nahwu dan Shorof menjadi ciri khas utama dari kurikulum yang diajarkan di pesantren ini.

Hampir dipastikan tidak ada materi lain selain masalah tata bahasa yang diajarakan, mulai dari Kitab Jurumiyah, Murodi, Murodan, I’rab, Imrithi, Maqsud, Izzi, Alfiyah, dan lainnya, semua adalah kitab-kitab yang materinya adalah tentang bentuk kata, kedudukan kata, dan struktur kalimat dalam bahasa Arab. Dengan adanya penguasaan yang mantap terhadap ilmu alat ini, maka diharapkan para santrinya kelak dapat membuka pintu-pintu ilmu yang ada dalam berbagai cabang ilmu agama. Santri dapat mengembangkan secara lebih luas melalui pembacaan mereka atas berbagai referensi dan khazanah keilmuan Islam yang tersebar dalam berbagai macam kitab (baik kitab kuning maupun kitab putih-kontemporer).

Source http://www.laduni.id http://www.laduni.id/post/read/40076/pesantren-miftahul-ulum-lirap-kebumen.html
Comments
Loading...