Sejarah Pesantren Mambaul Huda

0 121

Pesantren Mambaul Huda

Pesantren Mambaul Huda didirikan oleh KH Abdul Majid pada 17 Agustus 1944 di Desa Krasak, Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Lahir di Yogyakarta, pemuda Abdul Majid, yang sewaktu kecil bernama Slamet, memuarakan pengembaraan panjangnya dari Yogyakarta ke Krasak. Krasak merupakan sebuah dusun sepi penuh bambu yang jauh dari perkembangan peradaban di Banyuwangi.

Daerah itu kini acapkali disebut Kota Santri-nya Banyuwangi lantaran banyak jumlah pesantren yang ada di wilayah ini. Di dusun kecil inilah akhirnya KH Abdul Majid, biasa disapa Mbah Dul, menetap dan menyebarkan ilmu kepada masyarakat luas. Maka berdirilah Pesantren Mambaul Huda yang menyebarkan hikmah ke berbagai wilayah. Di pesantren ini pula, masyarakat berduyun-duyun datang sebagai santri, berkumpul dan ngangsu kawruh agama, mencari hikmah Tuhan untuk menuju hidup yang memiliki arti dan nilai lebih. Kepada para santrinya, Mbah Dul senantiasa mengajarkan sembilan prinsip hidup dengan “Sembilan Kata Mutiara Hikmah.

” Prinsip-prinsip hidup tersebut yaitu: patheng (rajin), temen (jujur) gemi (hemat), setiti (waspada), ngati-ngati (berhati-hati), guyub (kompak), rukun, loman (dermawan), welas sak podho-podho (menyayangi sesama). Seiring dengan perjalanan waktu Pondok ini terus berkembang. santri berdatangan dari berbagai penjuru banyuwangi dan berbagai wilayah di Indonesia. kuantitasnya semakin lama semakin besar.

Maka untuk mengakomodasi itu, dikembangkanlah unit-unit kegiatan yang relevan dengan kebutuhan santri dan pesantren. Madrasah Diniyah Miftahul Huda menjadi unit formal pertama yang dibangun di sini (tahun 1954). Menyusul kemudian MI, TK, MTs Mamba’ul Huda (1989), SMK Negeri (2005), Madrasah Aliyah (MA) Unggulan Mamba’ul Huda (Rabu 22 Juli 2009).

Source http://www.laduni.id http://www.laduni.id/post/read/37917/pesantren-mambaul-huda-banyuwangi.html
Comments
Loading...