Sejarah Pesantren Babul Khaer Bulukumba

0 44

Sejarah Pesantren Babul Khaer Bulukumba

Sejak tanggal 1 januari 1979 sudah berdiri pesantren Babul Khaer Bulukumba, bertempat di Mesjid Babul Khaer Bulukumba Jln. Abd. Jabbar No. 22 Bulukumba, dan semua kegiatan pesantren di dalam Mesjid dengan jumlah santri 109orang. Pesantren ini diasuh oleh almarhum M. Saleh Junaid dengan sistem pendidikan in formal dan hanya melaksanakan pengajian Al-Qur’an. Kitab-kitab agama dan Dakwah sesudah shalat magrib daan subuh. Dengaan sistem ini pesantren Babul Khaer tidak mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan pendidikanNasional dalam Negara Pancasila sehingga murid berangsur-angsur berkurang dan dana kesejahteraaan guru makin merosot.

Atas prakarsa Bapak H. Abdullah Mangnguluang berusaaha meneruskan Pesantren Babul Khaer. Maka pada tanggal 27 jaanuari 1985 bertempat di Gedung UNIZAL Bulukumba, terbentuklah sebuah Badan dengan nama Panitia Pemikir Pembangunan Pesantren Babul Khaer Kalumeme Bulukumba yang diketahui oleh almarhum M. Thahir Dg. Pasara. Hasil karya panitia pemikir ini membentuk pengurus dengan susunan personalia Ketua Dewan Pembina H. Abdullah Mangnguluang. Ketua Pengurus Harian almarhum M. Thahir Dg. Pasara dan sekretaris pengurus harian Drs. Drs.H. Syarkawi. Dewan pengurus harian, dibantu oleh Ketua Majelis Fisik Sosial Logistik Dakwah dan Pendidikan.

Dari hasil pengurus dapat mengumpulkan dana pertama sebanyak Rp. 5.505.720,- dengan areal 1,80 di lingkungan Kalumeme Kec. Ujung Bulu Kab. Bulukumba sebagai Hibah dari Hj. Maemunah, H. Abdullah Mangnguluang, H. Muh. Natsir Mangnguluang dan Lembang. Di lokasi tersebut pada tanggal 8 Maret 1985 mulai diadakan peletakan batu pertama Asrama Pondok Pesantren Babul Khaer. oleh Ketua BP7 mewakili Bupati Kepala Daerah TK II Bulukumba untuk dua unit Asrama, masing-masing berukuran 7 x 25 meter dan satu unit rumah dapur umum santri/wati.

Sebuah sekolahsemi permanen terdiri dari tiga lokal berukuran 7 x 21 meter mewakafkan kepada Pondok Pesantren Babul Khaer Bulukumba oleh pengurusnya (H.Muh.NatsirMangnguluang). Dengan Rahmat Allah SWT, dalam usaha kurang lebih empat bulan semua bangunan sudah dapat dimanfaatkan, pada tanggal 15 juli 1985 Pondok Pesantren Babul Khaer Bulukumba diresmikan Bapak Bupati Kepala Daerah TK II Bulukumba Drs. Andi Kube Dauda dalam satu upacara yang dihadiri oleh Ketua Muspidah, Kepala Jawatan/Dinas TK II Bulukumba dan para undangan lainnya.

Namun, sekarang ini Pondok Pesantren Babul Khaer sudah berpindah tempat di Jln. Dato Tiro No. 69 Kel. Kalumeme dengan Luas wilayah 3 hektar. Dan saat itulah Pondok Pesantren Babul Khaer mengalami perkembangan. Dan sekarang jumlah santri yang ikut Mangngaji tudang (halaqah) semakin meningkat yakni sekitar 270 santri/wati dengan 10 orang pembina yang membawakan 1 materi dari masing-masing pembina, dan seluruh santri/wati di wajibkan untuk mengikuti seluruh kegiatan Mangngaji tudang (halaqah). Mengaji tudang (halaqah) ini sebagai ciri khas pesantren babul khaer karena dapat membedakan sistem pendidikan internasional dengan wilayah Islam.

Source http://www.laduni.id http://www.laduni.id/post/read/44517/pesantren-babul-khaer-bulukumba
Comments
Loading...