Sejarah Pesanggrahan Djojodigdan Blitar

0 230

Lokasi Pesanggrahan Djojodigdan

Pesanggrahan ini terletak di Jalan Melati No. 43 Kelurahan Kepanjenkidul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Provinsi Jawa Timur. Lokasi pesanggrahan ini berada di depan Perdana Paint Store, atau sebelah barat Kantor SAMSAT Kota Blitar.

Pesanggrahan Djojodigdan

Pesanggrahan Djojodigdan merupakan rumah peninggalan Raden Ngabehi (R.Ng.) Bawadiman Djojodigdo. Ia merupakan seorang Patih Blitar (patih van het regentschap Blitar Raden Ngabehi Bawadiman Djojodigdo) semasa pemerintahan Bupati Blitar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Warsokoesoemo.

Bawadiman Djojodigdo lahir pada 29 Juli 1827 di Yogyakarta. Ayahnya bernama Raden Tumenggung (R.T.) Kartodiwirjo. R.T. Kartodiwirjo adalah seorang Bupati Gentan Kulon Progo, dan juga menjadi pengikut setia pasukan Pangeran Diponegoro yang sangat menguasai medan pertempuran. Ia meletakkan senjata setelah panglima perang laskar Diponegoro, Sentot Prawirodirjo, menyerah yang kemudian disusul oleh Kyai Mojo dan Pangeran Mangkubumi pada tahun 1829 serta meletakkan jabatannya sebagai Bupati Gentan Kulon Progo setelah Pangeran Diponegoro ditangkap oleh Belanda.

Sebagai seorang keturunan darah biru dan pernah tinggal di kraton serta pernah ikut pamannya di Ngrowo, maka ketika diangkat menjadi patih di Kadipaten Blitar pada 8 September 1877, Bawadiman Djojodigdo sudah tak asing lagi dengan pemerintahan.

Di tanah perdikan ini, Bawadiman Djojodigdo membangun sebuah rumah besar untuk keluarganya pada tahun 1829, dan dulu rumah ini dikenal dengan Dalem Kepatihan. Rumah tersebut sampai sekarang masih berdiri kokoh dan kini dikenal dengan Pesanggrahan Djojodigdan.

Bangungan Pesanggrahan Djojodigdan.

Di dalam pesanggrahan ini tersimpan berbagai perabotan rumah tanggan dari Patih R.Ng. Bawadiman Djojodigdo, seperti meja kursi, payung pusaka, ranjang, gentong penyimpan beras, silsilah maupun foto-foto keluarga. Di antara foto tersebut terdapat foto Kanjeng Raden Mas Adipati Ario (KRMAA) Singgih Djojoadiningrat yang menjadi Bupati Rembang. KRMAA Singgih Djojoadiningrat adalah putra dari R.Ng. Bawadiman Djojodigdo, yang juga merupakan suami dari Raden Ajeng Kartini.

Pesanggrahan Djojodigdan memiliki luas 2,7 hektar. Rumah ini pernah mengalami pembangunan besar-besaran yang dilakukan oleh KRMAA Singgih Djojoadiningrat sebagai bakti anak kepada orangtuanya. Keunikan lain yang dimiliki pesanggrahan ini adalah adanya makam Bawadiman Djojodigdo di pojok belakang pekarangan. Makam ini oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan Makam Gantung karena kekhasan bentuk cungkupnya. Konon di cungkup inilah tersimpan busana kebesaran, pusaka-pusaka dan ajian Pancasona milik Bawadiman Djojodigdo.

Source Pesanggrahan Djojodigdan Jawa Timur
Comments
Loading...