Sejarah Penjara Soekaradja Banjoewangi Era Kolonial Belanda

0 128

Sejarah Penjara Soekaradja Banjoewangi Era Kolonial Belanda

Era penjajahan Belanda, pada masa jabatan Rasiden Letnan Clement de Harris (1788-1800) telah mempekerjakan para narapidana yang dikirim (dari Semarang) padanya sebanyak 275 orang. Diantaranya 40 orang yang dirantai. Mereka dipekerjakan di perkebunan pribadinya di desa Sukaraja (utara kota Banyuwangi). Mereka menanam merica dan kopi. Namun WH Van Yesseldiyk mengetahui hal itu, kemudian memerintahkan untuk membebaskan para narapidana yang terbelenggu itu dan menjadikan perkebunan di Desa Sukaraja sebagai usaha bentuk kompeni.

Akan tetapi pada tahun 1803 M Engelhard mengadakan inspeksi ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dia mengusulkan agar pengamanan narapidana di atas, kembali saja menurut pengaturan yang lama. Namun narapidana yang dibebaskan itu telah melarikan diri semua. Mereka kemudian merampok dan membunuh rakyat sasarannya. Karena itu mereka itu harus ditangkap kembali dengan taruhan nyawa. JC van Wikkerman (Residen Banyuwangi) terpaksa harus menahan hasil dari perkebunan itu, untuk menghidupi para narapidana tersebut.

Narapidana yang fisiknya kuat dipekerjakan di kebun. Narapidana ini juga disediakan penginapan, pakaian dan juga mendapatkan gaji setiap hari 1½ pon beras dan setiap minggu mendapat lauk daging keledai kering atau dendeng 1 pon. Setiap bulan mendapat gaji 1 gulden dengan jam kerja mereka mulai jam 6 pagi sampai jam 11 siang. Setelah istirahat dan mulai kerja lagi jam 1 sampai jam 5 sore. Pada setiap minggu mereka mendapatkan Makanan pisang goreng.

Penyakit yang sering di derita narapidana ini adalah rematik dan sakit perut, bagi yang menderita sakit disediakan bangunan bambu dan disediakan juga dokter untuk merawatnya dan bagi yang sakit disediakan pakain khusus. Rata-rata kematian setiap tahunnya antara 70 orang dan selalu ada narapidana baru untuk mengganti pekerja yang meninggal.

Tempat tahanan Soekowidi masih merupakan bagian dari Soekaraja. Di Soekowidi narapidanya hanya untuk mengarap sawah dan tempat tahanan Bomo untuk pembelian bambu yang berjumlah 40 orang

Sementara itu, perkebunan tersebut telah berubah menjadi hutan. Perkebunan dan pekerja narapidana ini mempunyai sejarah yang timpang. Pada zaman Culturstelsel di situ dikembangkan Kultur Nopal dengan pengelolaan Cochenille (serat nila).

Pada tahun 1862 M Sukaraja dijadikan perkebunan pemerintah, dan sifat sebagai tempat buangan narapidana dihapuskan [Dr. F. Epp – 1848 M]

Pada tahun 1809 perkebunan itu diserahkan pada rakyat, terutama pada 200 KK yang pada tahun 1808M telah tiba dari Jembrana Bali. Mungkin mereka ini tergolong sebagai orang Blambangan dari generasi tua yang pada tahun 1772 M menyingkir ke pulau Bali akibat kalah Perang Bayu.

Sejarah Penjara Soekaraja (1)Sisa – sisa Bangunan Kolonial Penjara Soekaradja di Banjoewangi (ft. Istimewa) Penjara Soekaradja menurut peta saat ini di area Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan SLB YKPTI. Bangunan ini berada Jl. HOS Cokroaminoto 99 Banyuwangi (era sekarang). Saat ini digunakan sebagai Panti Asuhan SLB YKPTI Banyuwangi.

Pada tahun 1979 didirikan Yayasan Kesejahteraan dan Pendidikan Tuna Indra Kabupaten Banyuwangi. Antara tahun 1967-1975 Pernah Berdiri RSJ (Rumah Sakit Jiwa) di Banyuwangi, Letak saat ini di selatan panti asuhan yaitu di Dinas PU. Lokasi penjara itu adalah gabungan antara penjara dan RSJ. Penjara termasuk dalam kawasan SLB, Sedang RSJ adalah kantor PUD sekarang DPU.

Source https://kabarrakyat.id https://kabarrakyat.id/sejarah-penjara-soekaradja-banjoewangi-era-kolonial-belanda/
Comments
Loading...