Sejarah Penjara CPM (Corps Polisi Militer)

0 38

Penjara CPM (Corps Polisi Militer)

Pernahkah (warga Madiun) mengetahui bahwa ada penjara lain selain penjara kletak (sekarang Lapas Madiun)?. Mungkin belum banyak yang tahu karena sekarang bangunan tersebut sudah layaknya seperti tempat angker yang ditumbuhi semak dan pohon-pohon. Penjara yang di maksud adalah Penjara CPM (Corps Polisi Militer) atau Rumah Tahanan Militer (RTM). Bangunan penjara tersebut terletak di Jalan A. Yani no.9 (dulu Jalan Wilis) dekat dengan Sekolah Santo Bernadus atau tepat pertigaan di sebelah kanan antara Jalan Pandaan dan Jalan A. Yani.

Bangunan dengan luas 3.800 meter persegi ini dibangun pada masa kolonial merupakan penjara kecil. Berdasarkan peta kota Madiun tahun 1917 Penjara CPM dulu bernama s’Land Gevangenis (Penjara Negara) atau Kleine Boei (Penjara Kecil). Bangunan yang tampaknya dibuat pada zaman kolonial ini dikelilingi dinding setinggi lebih kurang 6 meter dilengkapi dengan pagar dan pintu besi.

Pintu depannya berwarna hijau, terbuat dari kayu tebal dan keras, dan bagian atasnya melengkung. Di keempat penjurunya terdapat gardu jaga yang letaknya lebih tinggi dari dinding. Di dalam dinding terdapat sel-sel tahanan serta berbagai fasilitas lain seperti ruang kantor, lapangan tenis dan kebun sayur yang dikelilingi parit. Sel-sel tahanan terbagi ke dalam 6 blok, yakni Blok A (8 kamar), Blok B (13 kamar), Blok C (1 kamar), Blok D (9 kamar), Blok E (4 kamar) dan Blok F (3 kamar). Seluruhnya ada 37 kamar yang dapat menampung 287 tahanan.

Dibalik pintu utama yang berwarna hijau serta tinggi dan tebalnya tembok bangunan tua tersebut ternyata menyimpan rahasia. Tak banyak (warga Madiun)yang tahu juga kalau penjara tersebut pernah digunakan sebagai tempat “menginap” Perdana Menteri Pertama Indonesia yaitu Sutan Syahrir. Timbul pertanyaan kenapa Sutan Syahrir bisa ditahan di tempat ini? Sutan Syahrir dengan Partai Sosialis Indonesia (PSI) di tahan oleh pemerintah Indonesia dibawah Presiden Soekarno karena di tuduh ingin mengulingkan pemerintahan. Menurut malajah Tempoe (2009: 72) Sutan Syahrir mulai ditahan disini sejak Maret 1962 hingga November 1962 sebelumnya ditahan di rumah tahanan di Kebayoran, Jakarta. Selain Sutan Syahrir ada beberapa tokoh yang pernah dipenjarakan disini yaitu Sultan Hamid, M. Roem, dan Subadio.

Bangunan itu sejak dibangun memang di gunakan terus untuk penjara baik pada zaman kolonial, jepang hingga kemerdekaan. Masa pendudukan jepang, RTM berfungsi sebagai kamp konsentrasi bagi orang-orang eropa. Hingga zaman Orde Baru RTM Madiun masih dipakai untuk menahan beragam orang: tahanan “G 30 S/PKI”, “Subversif”, “Komando Jihad” dan “Kriminil”. Rezim Soeharto menggunakan bangunan itu melalui Komando Operasi Pengendalian Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) Daerah Jawa Timur.

Sejak tahun 1980 bangunan milik datasemen Polisi Militer Madiun sudah tidak berfungsi lagi. Meski sempat ditinggali oleh pensiunan TNI dan digunakan untuk penangkaran pelatihan anjing, kondisi penjara ini sangatlah memprihatinkan dan tidak terawat. Banyak tumbuhan tumbuh secara liar, gardu pos pengintai yang rapuh bisa mengancam orang. Beberapa tahun yang lalu, terjadi sebuah kejadian dimana tembok penjara sebelah kiri/barat runtuh dan menimpa warung yang ada di bawahnya. Kejadian tersebut memakan korban yang pada saat kejadian sedang tidur di warung. Mungkin ini adalah salah satu akibat tidak terawatnya bangunan tersebut.

Tembok sisi barat yang runtuh beberapa tahun yang lalu. sekarang bangunan ini benar-benar tidak terawat. Bila dirawat dengan baik di zaman modern sekarang ini penjara tersebut memiliki dua kegunaan yang penting buat masyarakat. Pertama, di tetapkan menjadi bangunan cagar budaya karena arsitektur bangunannya mewakili pada zaman kolonial, dan bisa menjadi salah satu obyek wisata sejarah kota Madiun. Kedua, bangunan ini bisa menjadi bahan pembelajaran perjalanan sejarah indonesia yang belum terungkap karena beberapa tokoh yang di cap sebagai penentang pemerintahan baik di orde lama maupun orde baru pernah di tahan disini.

Source https://andrikyawarman.wordpress.com https://andrikyawarman.wordpress.com/2017/08/20/penjara-kecil-madiun/
Comments
Loading...