Sejarah Pengelolaan Air Minum Zaman Kolonial

0 25

Sejarah Pengelolaan Air Minum Zaman Kolonial

Tandon air Tlogomas adalah tempat reservoir air yang kali pertama dibangun. Yakni pada 31 Maret 1915 oleh Waterleideng Verordening, perusahaan air minum di masa kolonial Belanda. Dari tempat ini, air dialirkan ke tandon Dinoyo kemudian disalurkan ke rumah-rumah pelanggan.

Menurut Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang, Agung H Buana, Tandon Tlogomas dulu dikenal sebagai De Reservoir van Dinojo. Tidak lama, setelah Tandon Air Dinoyo Tlogomas dibangun, pemerintah kolonial membangun lagi tandon air Betek. Dua reservoir air ini merupakan kesatuan.

Para tim ahli cagar budaya Kota Malang menduga, tandon air Tlogomas dan Betek menampung air dari petirtaan yang berada di sekitar kawasan Tlogomas. Setelah ditampung di tandon Tlogomas, air disalurkan ke tandon Betek, lalu disebar ke seluruh Kota Malang. Padahal, waktu itu masyarakat Kota Malang lebih mengandalkan sumur untuk sumber air.

Tandon dibuat untuk menyuplai air bersih, diduga ke kawasan Jalan Besar Ijen dan sekitarnya yang menjadi area elit sejak zaman kolonial dulu. Tapi, kebutuhan air bersih semakin luas sejak tahun 1920-an. Sampai-sampai, terjadi komplain besar-besaran kepada jawatan ini.

Komplain besar-besaran inilah, yang diduga mendorong pemerintah Hindia Belanda, untuk memakai sistem penyadapan air berupa Brom Captering. Air dari daerah lain, disudet untuk mengalir ke Kota Malang. Yakni, Sumber Karangan (sekarang Karangploso) dibangun 1915, Sumbersari tahun 1928.

Air ditransmisikan secara gravitasi di Tandon Air Tlogomas-Betek. Pemanfaatan saluran air kian masif di Malang era itu. Bahkan, sumber air Binangun (di Bumiaji Batu) dieksplor pada 1931, dan finish pada 1935, adalah alasan pemerintah Hindia Belanda untuk meningkatkan debit air ke Kota Malang sesuai permintaan yang meningkat.

Tingginya permintaan air bersih ini, juga menandai era pipanisasi secara menyeluruh di Kota Malang. Sesuai bangunan khas kolonial pada umumnya, kedua gedung depan Tandon Air Tlogomas dan Betek, memiliki bentuk atap datar, bangunan kubus dengan jendela yang memanjang ke bawah. Tahun 1974, jawatan air peninggalan Belanda, berubah menjadi PDAM.

Source https://www.malang-post.com https://www.malang-post.com/berita/kota-malang/sejarah-pengelolaan-air-minum-zaman-kolonial
Comments
Loading...