Sejarah Pemandian Sumber Polaman Malang

0 16

Pemandian Sumber Polaman

Secara fisik, sumber air ini sudah bukan lagi sumber air alami, melainkan sudah dibangun tandon-tandon sumber air dan pipa-pipa penyalur air ke daerah yang lebih rendah. Sumber air berada di bawah perbukitan dan sejak tahun 1900 telah didirikan tandon oleh pemerintah kolonial Belanda. Di kanan-kiri sumber air berupa kolam-kolam untuk pemandian anak-anak, kolam masjid, tempat pemeliharaan ikan dan teratai.

Penjaga air atau juru kunci menempati sebuah gubuk di bawah pohon beringin yang sejuk. Di atas sumber air, terdapat perbukitan yang berfungsi sebagai hutan lindung alami seluas 5 hektar dengan beberapa batu besar di dalamnya. Ada mitos yang menyatakan bahwa apabila ada sepasang kekasih berpacaran di tempat ini, maka keinginannya untuk menikah akan tercapai.

Kondisi hutan lindung tetap terjaga dan masih alami seperti dahulu. Kolam-kolam pembagian air berikut pipa-pipa besi saluran air dibangun di sebelah timur sumber air dan dibatasi oleh jalan desa. Beberapa bangunan tandon, pipa besi dan tandon air dibangun pada 1925 oleh pemerintah kolonial Belanda, dan beberapa tambahan bangunan baru dibangun oleh ABRI Masuk Desa (AMD) dan PDAM Kabupaten Malang.

Di kanan kiri lokasi terhampar lembah dan persawahan yang sangat subur dengan tanaman tegal serta selada air. Beberapa lokasi sumber air digunakan untuk mandi penduduk setempat, namun sekarang sudah melalui pengorganisasian penyaluran air.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, kata Polaman berasal dari kata ”paulaman” yang berarti tempat memelihara ikan. Konon tempat ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Kediri. Setiap raja Kediri pergi ke wilayah di sebelah timur Gunung Kawi dan Arjuno, selalu menyempatkan mengunjungi mata air ini sambil beristirahat di pasanggrahan.

Pada masa sekarang sumber air ini dijadikan tempat memelihara ikan, baik yang ikan yang disakralkan secara turun temurun yaitu ikan ’wader’ (sejenis hemipiraclodus borneensia) dan beberapa jenis ikan yang lain. Menurut kepercayaan masyarakat, setiap orang tidak boleh menangkap ikan wader apalagi sampai menggorengnya.

Jika hal tersebut dilakukan, orang yang bersangkutan akan mendapatkan petaka. Oleh sebab itu ia harus mengembalikan ke tempat semula atau meminta maaf kepada penunggu mata air. Adapun asal muasal ikan tersebut adalah peliharaan Mbah Jayadursa. Jayadursa adalah tokoh cikal bakal dukuh Polaman. Makam Jayadursa berada di makam desa dan setiap bulan September diadakan tradisi bersih desa, suatu ritual desa untuk mengenang dan menghormati arwah leluhur desa sebagai pendiri desa.

Upacara adat yang mengiringi acara bersih desa ini disebut dengan Barikan atau gotong royong membangun dan membersihkan desa. Pada malam-malam tertentu, di tempat sumber air banyak digunakan orang untuk bersemedi atau melakukan ritual tertentu dengan maksud tertentu (lelaku) sambil memberi makan ikan yang hidup di mata air dan menyediakan sarana sesaji yang berisi daun sirih dan biji pinang (bumbu kinang). Apabila keinginannya terkabulkan, ia akan kembali dan menggelar kenduri untuk makan bersama warga sekitar.

Berkaitan dengan cerita turun temurun, para penjaga mata air ini adalah para dayang cantik yang setiap malam selepas pukul 12 malam turun. Konon beberapa orang yang melakukan semedi berkesempatan untuk melihatnya. Tiga orang dayang cantik yang menguasai mata air ini bernama Sekartaji, Hendrosari, dan Siti Muninggar. Mata air ini memiliki hubungan dengan sumber-sumber air di Kecamatan Lawang, seperti mata air Sumberporong dan Sumberdadi.

Konon pada masa lalu pernah terjadi peperangan antara warga desa Polaman di bawah Jayadursa melawan pasukan dari Purwadadi. Dalam peperangan itu, pasukan Jayadursa mengalami kekalahan. Akhirnya anak perempuan Jayadursa yang bernama Mayangsari dijadikan sarana politik dengan cara diperkenalkan dengan anak penguasa Purwadadi yang bernama Raden Panji. Akhirnya melalui hubungan percintaan tersebut, Purwadadi dapat dikalahkan.

Source http://ngalam.id http://ngalam.id/read/2706/pemandian-sumber-polaman/
Comments
Loading...