Sejarah Pemandian Alam Andeman Malang

0 50

Sejarah Pemandian Alam Andeman

Pemandian ini sebenarnya telah berdiri sejak tahun 1980-an namun kemudian mati suri cukup lama. Sebelumnya, pihak desa pernah memfasilitasi perahu boat sebagai sarana bagi pengunjung. Selain itu, sering juga mengundang beberapa penyanyi dan pelawak lokal untuk menghibur pengunjung dari atas panggung Pemandian Andeman ini. Semenjak diadakan acara Grebeg Sesucen Desa yang dihadiri Bupati Malang pada 1 Maret 2014 lalu, lokasi pemandian sekarang mulai dikembangkan dan ramai dikunjungi wisatawan. Nantinya tempat itu menjadi tujuan wisata baru yang bisa diandalkan Kecamatan Turen selain Pondok Pesantren Biharu Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah (Masjid Tiban).

Pemandian ini berada di atas tanah milik desa dengan dikelilingi ribuan pohon bambu dan tanaman keras. Suasana di Tempat wisata alam dengan luas 25 hektar ini masih alami dan asri. Banyak tanaman tumbuh subur di kanan kiri Pemandian Andeman. Pemandian Andeman juga mirip seperti sebuah danau kecil di tengah hutan. Pemandian ini dialiri air dari sejumlah mata air yang berada di atasnya. Ada lebih dari 10 sumber mata air yang berada di hutan bambu. Sehingga tempat ini sangat cocok untuk mengusir penat setelah melakukan berbagai kesibukan.

Air yang ada di pemandian sangat jernih dan segar. Selain untuk pemandian, sumber air yang ada digunakan untuk irigasi sawah dan sumber air minum warga. Pemandian ini mirip danau yang mempunyai air yang melimpah. Pemandian Andeman memiliki dua kolam, yaitu satu kolam besar dan kolam anak-anak. Dua kolam ini seluruhnya dialiri air dari sumber air Andeman yang menghasilkan debet air kurang lebih 1.000 liter per hari. Selama ini, setiap akhir pekan pengunjung yang datang bisa mencapai 200 orang.

Saat ini pemerintah Desa Sananrejo mulai mengembangkan Pemandian Andeman. Mulai dari pembangunan kolam renang untuk anak-anak dan rencananya akan dibangun juga kolam renang untuk remaja dan dewasa. Sementara itu, akses untuk masuk Pemandian Andeman sudah bagus. Jalan sudah diaspal halus dan dibeton. Jembatan pun sudah mulai dilebarkan oleh pemerintah. Memang belum ada tiket resmi untuk memasukinya, sementara ini hanya ditarik jasa parkir kendaraan bermotor.

Salah satu sarana yang masih belum dilengkapi yaitu toilet sebagai pendukung dan fasilitas bagi para pengunjung. Pembangunan sarana wisata mulai dilakukan secara bertahap, karena keterbatasan dana. Untuk hutan bambu, sudah ada kerja sama dengan Dinas Kehutanan Kabupaten Malang yang membantu bibit bambu. Jenis bambu yang baru juga dikembangkan di sana. Ada enam jenis bambu di Pemandian Andeman. Saat ini telah dipersiapkan rencana pembangunan tersebut untuk dijadikan sebagai tempat wisata yang mempunyai fasilitas sebagai pemandian yang akan dilengkapi dengan Waterboom serta hutan wisata dengan koleksi berbagai jenis pohon bambu terlengkap seperti halnya di negara Jepang.

Source http://ngalam.id http://ngalam.id/read/4905/pemandian-alam-andeman/
Comments
Loading...