Sejarah Pasar Ikan Jakarta

0 43

Sejarah Pasar Ikan Jakarta

Pasar Ikan Luar Batang berfungsi sebagai pasar pelelangan ikan hasil tangkapan laut. Pasar yang dibangun pada tahun 1920 ini bisa dikatakan sebagai pusat kegiatan pelelangan atau pemasaran ikan di Jakarta sejak tahun 1920 sampai tahun 1975. Sejak ditutup pada tahun 1975 hingga saat ini, status pasar ikan berubah fungsi menjadi Pos Retribusi Pemasaran Ikan.

Dahulunya Pasar Ikan dibuka dua kali sehari dari pukul 10.00 wib sampai 13.00 WIB siang, Pada pukul 13.00 WIB sampai 15.00 WIB digunakan oleh pengelola untuk membersihkan tempat berjualan ikan, dan kemudian dibuka kembali di sore hari sejak pukul 15.00 WIB sampai 17.00 WIB. Ikan yang dijual biasanya dibawa oleh nelayan dari Cirebon (Wetaners). Kebanyakan para nelayan tersebut bukanlah penduduk dari Jakarta, walaupun mereka tinggal sementara di daerah sekitar Luar Batang.

Pasar Ikan dibangun pada tahun 1920 masa kolonial Belanda oleh perusahaan kongsi dagang Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) oleh seorang arsitek bernama Ir. G. Jobst. Pada saat ini Pasar ikan dikelola oleh PD. Pasar Jaya. Dahulunya Pasar Ikan (Vischmarkt) bernama Pasar Pelelangan Ikan, namun sekarang lebih dikenal dengan nama Pasar Ikan.

Dalam perkembangannya, kawasan permukiman di dekat pelabuhan Sunda Kelapa, muncul akibat adanya pelabuhan tua yang sudah digunakan sejak zaman kolonial dulu. Kawasan ini kemudian makin berkembang pesat dan ramai. Pada tahun 1739, seorang tokoh di kampung ini membuat sebuah mushola bangunan ini kemudian diperluas menjadi masjid untuk kepentingan ibadah dan kegiatan sosial di tengah kampung ini.

Di dalam masjid ini ada sebuah makam keramat salah satu khatib keturunan Arab yang menetap lama di Kampung Luar Batang, yakni Sayid Husein bin Abubakar bin Abdilah Al-Aydrus (1758). Sampai hari ini, walaupun pemukiman Luar Batang sudah digusur, masjid ini masih menjadi salah satu wisata religius Kampung Luar Batang.

Source https://belajar.kemdikbud.go.id https://belajar.kemdikbud.go.id/PetaBudaya/Repositorys/pasarikanjakarta/content/content.html
Comments
Loading...