Sejarah Pasar Beringharjo Yogyakarta

0 269

Lokasi Pasar Beringharjo

Pasar ini terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 16 Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi pasar ini berada di sebelah utara benteng Vredeburg.

Sejarah Pasar Beringharjo

Menurut sejarahnya, keberadaan Pasar Beringharjo tidak lepas dari eksistensi Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sultan HB I membangun sarana perdagangan melalui pasar tradisional berupa deretan lapak-lapak saja. Wilayah pasar ini dijadikan tempat transaksi ekonomi oleh rakyat Ngayogyakarta dan sekitarnya.

Pasar Beringharjo (tampak dari depan)

Bermula dari deretan lapak-lapak, pasar tersebut kemudian berkembang bersamaan dengan semakin ramainya ibu kota Kesultanan Yogyakarta. Pada waktu Pemerintah Hindia Belanda mulai mengembangkan pemukiman orang Belanda beserta fasilitas publik lainnya di sekitar kawasan pasar tersebut, yang diikuti pula oleh orang-orang Tionghoa, Sultan HB I menangkap situasi tersebut sebagai peluang untuk mengembangkan pasar yang masih sederhana tapi luas dan ramai itu.

Pada tanggal 24 Maret 1925, Sultan HB I memberikan proyek pembangunan los-los pasar kepada Perusahaan Beton Hindia Belanda atau Nederlandsch Indisch Beton Maatschappij. Pada akhir Agustus 1925, 11 kios telah terselesaikan, dan kemudian yang lainnya menyusul secara berrtahap. Pada akhir Maret 1926, pembangunan pasar bergaya arsitektur Art Deco selesai dan mulai dipergunakan  sebulan setelah itu.

Asal – Usul Nama Pasar Beringharjo

Sebelum bernama Pasar Beringharjo, pasar ini lebih dulu populer atau dikenal oleh masyarakat Yogyakarta dengan nama Pasar Gedhe. Nama Pasar Gedhe diberikan karena pasar itu merupakan satu-satunya yang terbesar di seputar Kota Yogyakarta pada waktu itu, serta satu-satunya pula yang terdapat di kawasan jalan utama yang membentang dari depan Kraton sampai Tugu Pal Putih. Pada masa kolonial Belanda, Pasar Gedhe ini pernah mendapatkan julukan sebagai Passer Op van Java, yang mempunyai arti pasar terindah di Pulau Jawa.

Nama Beringharjo diberikan dan diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana IX. Kata “beringharjo” berasal dari gabungan dua kata dari bahasa Jawa, yaitu bering dan harjo. Bering berarti pohon beringin, dan harjo mempunyai arti kebesaran. Dengan demikian, Pasar Beringharjo dapat diartikan sebagai tempat yang diharapkan mampu memberikan pengayoman bagi masyarakat Yogyakarta, seperti layaknya pohon beringin yang dapat menjadi peneduh dari sengatan matahari dan terpaan air hujan, yang di kemudian hari diharapkan dapat memberikan kesejahteraan.

Source Pasar Beringharjo Yogyakarta
Comments
Loading...