Sejarah Pangkalan TNI AL di Tegal

0 216

Sejarah Pangkalan TNI AL di Tegal

Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, pada tanggal 25 Agustus 1945 dibentuklah Badan Keamanan Rakyat (BKR). Selanjutnya pada tanggal 10 September 1945 dibetuklah BKR Laut yang nantinya akan berubah menjadi TKR Laut pada tanggal 10 Oktober 1945.

Di Tegal sejak tanggal 10 September 1945 sebenarnya telah terbentuk BKR Laut, tapi dengan kedatangan Letkol Darwis Jamin dari Demak, BKR Laut di Tegal dikonsolidasikan dengan baik. Sebagai anggota awal dari BKR Laut Tegal adalah personel dari Sekolah Pelayaran Tinggi Tegal (SPT Tegal). Belakangan bergabung pula personel dari SPT Jakarta diantaranya Ali Sadikin (mantan Gubernur DKI).

Personel lain yang bergabung adalah ex sensei (guru), fuku sensei (pembantu guru) dan seito (murid) dari Kooto Sen-in Yoseiso Semarang (SPT Semarang). Berikutnya menggabungkan diri rombongan mantan Marine Belanda (KM) dan mantan KNIL yang berjiwa patriot Proklamasi ’45. Diantaranya Bpk. Wakijo, Bpk. tukiran, dan Bpk. Muhamad. Selanjutnya rombongan mantan pemberontak Hutapea dengan kekuatan 1 Batalyon ringan menggabungkan diri dengan Pangkalan Armada IV Tegal. Disamping itu masih ditambah lagi pemuda pecinta Bahari dipimpin oleh Bpk. Saminu dan rombongan mantan Pelayaran Bangsa Indonesia dari Australia dipimpin oleh Bpk. Jerison.

Tanggal 15 November 1945, keseluruhan komponen yang diperlukan untuk pembentukan TKR Laut teah sempurna diantaranya karena bergabungnya ex Marinier Belanda (KM) di dalamnya. Dan untuk itu, dilakukan upacara di Cepiring dan diangkat Darwis Jamin dengan pangkat Letnan Kolonel kemudian Kolonel, sebagai Wakil Komandan Pangkalan adalah Bpk. Marzis dan Bpk. A.F. Langkay sebagai Kepala Staf. Tanggal 15 November saat ini diperingati sebagai Hari Marinir.

Tahun 1946, di Tegal dirikan Sekolah Angkatan Laut dengan pimpinannya Laksamana-III Adam. Salah satu instrukturnya adalah Letnan II SR.S Subyakto (Laksamana purn, KSAL 1974-1977). Lulusan sekolah ini berpangkat Bintara. Sekolah ini kemudian ditarik ke Yogya saat terjadi Class-I

Tahun 1947, Maskar Besar Umum Angkatan Laut di Yogyakarta mengadakan sekolah opsir di Kali Bakung, Tegal. Pelatihan yang dibuka pada Mei 1947 diikuti oleh 39 Perwira Dek dan 18 Perwira Mesin dipimpin oleh Mayor R.E Martadinata. Selain pelajaran tentang dek dan mesin, bahasa Inggris dan etiket menjadi mata pelajarannya. Untuk Etiket, dilakukan praktek table manner tiap Sabtu siang di sebuah hotel di Tegal, sayang tidak diketahui di hotel mana kegiatan ini dilakukan.

Source https://achmadrizal.staff.telkomuniversity.ac.id https://achmadrizal.staff.telkomuniversity.ac.id/sejarah-pangkalan-tni-al-di-tegal/
Comments
Loading...