Sejarah Pabrik Karet Cipetir Sukabumi

0 333

Lokasi Pabrik Karet Cipetir

Pabrik Karet Cipetir terletak di Tepatnya di wilayah Sukabumi, Kecamatan Cikidang, Jawa Barat.

Pabrik Karet Cipetir

Pabrik Karet Cipetir atau disebut juga Pabrik Gutta Percha Tjipetir yang berdiri sejak zaman kolonial Belanda telah mencatatkan sejarah dalam perjalan Republik Indonesia. Pabrik yang berada di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi ini menyuplai hampir sebagian besar kebutuhan lateks di seluruh dunia. Saat era kejayaannya, pabrik Gutta Percha Tjipetir mampu menghasilkan bahan lateks yang dihasilkan dari daun pohon perca hingga ratusan kilogram. Material ini dikerjakan oleh ratusan pekerja yang sebagian besar direkrut dari desa di Kecamatan Cikidang.

Sejarah Pabrik Karet Cipetir

Ditemukannya tablet-tablet karet bertulisakan ‘Tjipetir’ di pesisir pantai di berbagai negara, salah satunya di Inggris, beberapa tahun lalu telah menyedot perhatian publik. Selama sekitar satu abad, tablet karet yang bertuliskan ‘Tjipetir’ menjadi sebuah misteri. Misteri tablet karet yang berkualitas tinggi itu berujung dengan sebuah pabrik tua yang berada di Sukabumi, tepatnya di Cipetir.

Berdasarkan angka tahun yang terdapat di bagian dinding pabrik, pabrik tersebut berdiri pada tahun 1885. Berdirinya pabrik ini adalah dampak dari disahkannya UU Agraria tahun 1870. Undang-undang tersebut merupakan titik di mana Cultuur Stelsel atau kita kenal dengan sistem tanam paksa (1830-1870) berakhir. Dengan disahkannya UU agraria 1870, jalan bagi pengusaha swasta terbuka bebas, sehingga para pemilik modal bisa menjalankan usahanya di Hindia Belanda (Indonesia).

Pada saat Belanda memerintah di Indonesia, produksi dari pabrik ini cukup banyak. Hasil produksi nantinya akan diekspor ke luar negeri untuk digunakan sebagai bahan pembuat bola golf, pembungkus kabel telegraf juga sebagai bahan untuk pembuatan gigi palsu. Bahan dasar yang digunkan dalam produksi adalah daun-daun pohon Gutta Percha, atau disebut dengan Karet Oblong oleh masyarakat lokal.

Dulunya, hasil produksi berbentuk persegi dan jumlah dari produksinya pun terbilang banyak. Sekarang, hasil produksi dari pabrik itu berbentuk bulat dan jumlahnya pun sangat sedikit. “produksi dilakukan hanya jika ada pesanan saja” ungkap seorang penjaga pabrik.

Jika kita ke-sana, terdapat sebuah bangunan yang berada tidak jauh disekitar lokasi pabrik. Berdasarkan obrolan ringan dengan seorang penjaga pabrik waktu itu, bangunan tersebut dulunya adalah kantor, di mana para petinggi pabrik (orang Belanda) bekerja. Ramai diperbincangkan, pabrik tua yang dulunya sepi ‘pengunjung’ kini banyak orang berdatangan, baik masyarakat sekitar atau bahkan orang-orang yang terbilang jauh. Ada yang datang untuk meliput, meneliti pabrik atau hanya sekedar dijadikan tempat untuk berfoto-foto.

 

Source Sejarah Pabrik Karet Cipetir Sukabumi Jawa Barat
Comments
Loading...