Sejarah Pabrik Gula Wringin Anom

0 225

Pabrik Gula Wringin Anom

PG.Wringin Anom merupakan pabrik gula yang termasuk dalam Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara XI (Persero). PG. Wringin Anom terletak di desa Wringin Anom Kecamatan Panarukan Kabupaten Daerah Tingkat II Situbondo Jawa Timur.

PG. Wringin Anom didirikan pada tahun 1881 oleh Perusahaan Belanda atas nama NV. Faktory yang berkedudukan di Nederland Belanda, kemudian setelah Jepang dapat merebut Indonesia dari tangan Belanda pada tahun 1942 sampai 1945, PG. Wringin Anom dikelola oleh pihak Jepang. Pada masa-masa tersebut perusahaan hampir tidak beroperasi (berproduksi). Pada tahun 1945 pada saat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, PG. Wringin Anom ditempatkan dibawah Kementrian Kemakmuran, dimana setelah perang Dunia ke II berakhir maka pada bulan Oktober 1950, PG. Wringin Anom kembali dikelola oleh NV. Faktory.

Pada tahun 1957 yaitu dalam rangka aksi pembebasan Irian Barat, PG.Wringin Anom di ambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia. Hal ini termaktup dalam Surat Keputusan Penguasa Militer / Mentri Pertahanan Republik Indonesia Nomor 1063/PMT/1957. juga diikuti Surat Keputusan Mentri Pertahanan nomor 299/UM/1957 yang mengambil alih Perusahaan Perkebunan / Pertanian milik Belanda di Indonesia. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 166/1961 tanggal 28 April 1961, PG. Wringin Anom termasuk dalam kesatuan II Karesidenan Besuki. Tahun 1963 PG. Wringin Anom diubah menjadi Perusahaan Negara ( PN ) berdasar Peraturan Pemerintah Nomor 1 dan 2 tahun 1963 tentang pembentukan badan perusahaan umum ditentukan bahwa hak, kewajiban dan kekayaan pabrik gula Wringin Anom diserahkan pada PNP XXV.

Perkembangan perekonomian Indonesia berkembang semakin pesat. Maka pemerintah dalam rangka pengarahan dan penyederhanaan perusahaan negara menjadi Perseroan Terbatas dengan maksud untuk mempermudah pengolahan perkebunan. Perusahaan negara dalam bentuk Perseroan Terbatas seperti diatur dalam kitab Undang-Undang Hukum Dagang, yang saham-sahamnya sebagian maupun seluruhnya milik Negara.

Pada tahun 1975 PNP XXV digabung menjadi PT. Perkebunan Nusantara XXIV – XXV (Persero) berdasarkan peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 1975 maka PG Wringin Anom dibawah Direksi PT. Perkebunan XXIV-XXV (Persero) memiliki 15 unit produksi, tiga Rumah Sakit dan BAKESBUN ( Balai Kesehatan Perkebunan ). Berdasarkan Keputusan Surat Mentri Keuangan RI Nomor 149 174/KMK. 016-1994 tanggal, 2 Mei 1994 diadakan restrukturisasi BUMN Perkebunan. Jumlah PT. Perkebunan yang semula 26 menjadi 9 buah. PT. Perkebunan XXIV-XXV (Persero) sebagai PT. Perkebunan Induk bergabung dengan PT. Perkebunan XX, XXIII, XXIV dan XXIX

Sejak tanggal 2 Juli 1994 PG. Wringin Anom bergabung dengan PG. Olean. Pada tahun 1996 dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 tanggal 14 Februari 1996 yang berisi PT. Perkebunan XX dan PT. Perkebunan XXIV-XXV (Persero) dibubarkan dan dibentuk badan usaha yang sama sekali baru dengan nama PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) dengan kantor Direksi tetap berkedudukan di jalan Merak No. 1 Surabaya. Sampai dengan saat ini PT. Perkebunan Nusantar XI (Persero) mengelola 17 unit produksi diantaranya adalah 3 Rumah Sakit, 1 Pabrik alkohol dan 1 Pabrik Karung.

Source http://manistebuku.blogspot.com http://manistebuku.blogspot.com/2012/04/sejarah-singkat-pg-di-indonesia-part.html
Comments
Loading...